Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Baru Maroko Seorang Liberal?

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 4 Desember 2011 12:11
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Partai Keadilan dan Pembangunan di Maroko, yang merupakan sebuah partai Islam, memenangi pemilihan umum legislatif di Maroko baru-baru ini. Pemimpinnya yang kemudian ditunjuk menjadi perdana menteri, disorot publik yang ingin lebih mengenal sosoknya lebih jauh.

“Kami sepupu dan saling jatuh cinta pada tahun 1970-an, saat itu Abdelillah adalah seorang aktivis (sayap) kiri dan saya seorang mahasiswa universitas,” cerita Nabila Benkirane, istri perdana menteri Maroko yang baru, Abdelillah Benkirane, kepada Al Arabiya.

Nabila mengatakan, keluarganya pada awalnya tidak setuju dengan pernikahan mereka, karena perbedaan ideologi.

“Dia beraliran kiri dan saya seorang gadis relijius berkerudung yang berasal dari sebuah keluarga konservatif. Buat saya pribadi perbedaan ini tidak menjadi masalah, tapi ayah saya khawatir Abdelillah akan mengubah kepercayaan saya dan menjadikan saya liberal seperti dirinya,” papar Nabila, dikutip Al Arabiya (01/12/2011).

Saat ditanya tentang hubungannya dengan suami, Nabila menjelaskan dirinya hidup bersama Abdelillah melewati masa-masa bahagia dan sulit bersama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Masalah mulai bermunculan saat ia bergabung dengan gerakan pemuda Muslim. Dia ditangkap saat saya hamil anak pertama kami.”

Ditanya tentang pemasukan suaminya, Nabila mengatakan bahwa suaminya selalu mandiri dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Untungnya kami tinggal di rumah ayah saya, yang diberikan kepada kami begitu kami menikah.”

Nabila ditanya apakah ia menerima jika suatu hari Abdelillah menikahi wanita lain, sebagaimana diperbolehkan dalam Islam. Wanita itu menjawab bahwa ia tidak akan menerimanya.

“Tidak peduli seberapa baiknya ia kepada para wanita, ia tidak akan pernah mencintai orang lain selain istrinya, anak-anaknya dan cucu-cucunya dan ia dia tahu cinta tidak dapat dibagi kepada empat individu, jadi saya mempercayainya soal itu,” kata Nabila.

Mengenai sikap Abdelillah di rumah, Nabila mengatakan bahwa suaminya adalah orang yang periang dan selalu bersemangat.

“Tapi terkadang ia khawatir. Tapi ini normal, karena kekhawatirannya bukan pada hal-hal yang sepele. Dia sangat memikirkan masa depan seluruh bangsa ini.”

Nabila menekankan, dirinya sangat yakin bahwa jabatan suaminya tidak akan mengubah Abdelillah.

“Dia akan selalu rendah hati dan baik,” katanya.

Abdelillah Benkirane dilahirkan pada tahun 1954 di ibukota Maroko, Rabat. Ia menikahi wanita Maroko yang kemudian juga aktif bersamanya di partai.

“Kami memiliki enam anak, semuanya sudah menikah kecuali putra yang termuda, yang berusia 20 tahun dan putri termuda 12 tahun.” Putranya itu, kata Abdelillah, adalah seorang mahasiswa universitas, sedangakan putri bungsunya cacat.

“Dia lumpuh total,” ujarnya.

Saat ditanya apakah Abdelillah memaksa putri-putrinya untuk mengenakan kerudung, dia menjawab tidak. Dan ia menyebutkan berencana untuk menerapkan kebijakan yang sama dalam pemerintahan.

“Kami tidak akan melarang apapun atau memaksa siapapun, sepanjang hal itu sejalan dengan hukum,” kata Abdelillah.

Pria ini tidak banyak dikenal publik Maroko. Ia terlihat jarang mengenakan setelan jas lengkap atau pakaian formal.

“Saya tidak pernah memakai dasi,” kata Adelillah kepada Al Arabiya. “Saya hanya punya satu di rumah dan saya simpan untuk acara-acara khusus, dan ini yang saya pakai untuk bertemu dengan raja,” katanya usai terpilih sebagai perdana menteri yang baru.

Benkirane mengatakan dirinya sehat dan tidak mengidap penyakit berbahaya.

“Saya hanya punya tekanan darah tinggi, tapi ringan dan dapat diatasi.”

Ia juga mengatakan bahwa dirinya menyukai bermain catur dan mendengarkan musik, yang disebutnya musik “moderat”.

“Ketika masih muda, saya suka semua jenis musik, tapi sekarang saya tidak suka musik yang tidak pantas.”

Abdelillah Benkirane adalah sekretaris jenderal Partai Keadilan dan Pembangunan. Partai Islam di Maroko itu berhasil memenangi pemilihan umum parlemen yang dilaksanakan pada akhir Nopember lalu, dengan merebut 107 kursi.

Perolehan kursi Partai Keadilan dan Pembangunan selalu naik sejak tahun 1997. Pada tahun itu mereka hanya berhasil meraih 8 kursi. Tapi di tahun 2002 melonjak menjadi 42 kursi. Pada 2007 Partai Keadilan dan Pembangunan berhasil menempati urutan kedua dengan 47 kursi.  Dalam kampanye pemilu yang terakhir ini, Benkirane dan kawan-kawannya mengusung tema pengentasan kemiskinan dan kenaikan upah pekerja.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstrasi di Ukraina Tuntut Presiden Mundur
Tulisan selanjutnya Mahkamah Saudi: 10 Muharram Hari Selasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?