Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Assad: Siapa Bilang PBB Lembaga Kredibel?

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 8 Desember 2011 11:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Suriah Bashar Al Assad menampik tudingan bahwa dirinya memerintahkan tindakan keras terhadap para demonstran yang telah berunjuk rasa selama hampir sembilan bulan sehingga menewasakan ribuan orang.

Dalam sebuah wawancara yang langka dengan televisi Amerika, ABC, yang disiarkan pada hari Rabu kemarin, Assad bersikukuh mengatakan ia tidak memerintahkan untuk “membunuh atau bertindak brutal.”

“Mereka bukan pasukan saya,” kata Assad menjawab pertanyaan tentang pasukan yang bertindak terlalu keras terhadap demonstran.

“Mereka pasukan militer milik pemerintah. Saya tidak memiliki mereka. Saya presiden. Negara itu bukan milik saya. Tidak ada pemerintah di dunia ini yang membunuhi rakyatnya sendiri, kecuali dipimpin oleh seorang yang gila,” kata Assad, dikutip Al Jazeera (07/12/2011).

Namun, sebagai presiden, Assad secara formal merupakan panglima dari angkatan bersenjata Suriah, yang dilaporkan telah menggunakan tank, kapal perang, milisi berbaju polos dan penembak jitu untuk melumpuhkan para penentang pemerintah di seluruh penjuru negeri.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akibat kebrutalan militer, sekitar 25.000 anggota pasukan keamanan Suriah keluar dari kesatuannya dan mengangkat senjata untuk melindungi warga sipil dari tindakan keras pemerintah.

Menurut organisasi-organisasi pembela HAM, puluhan ribu orang pengunjuk rasa dan penentang pemerintah telah dipenjara oleh pihak berwenang Suriah sejak aksi protes rakyat dimulai pada Maret lalu.

Assad bersikukuh menyatakan bahwa dirinya mendukung rakyat, dan tindakan keras terhadap rakyat hanya dilakukan oleh oknum aparat.

Pemerintah Assad juga menyalahkan “campur tangan asing” yang berada dibalik aksi unjuk rasa besar-besaran oleh rakyat Suriah di seluruh negeri.

Belum lama ini Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan yang menyebut pemerintah Suriah memerintahkan tindak kejahatan kemanusiaan dalam meredam aksi protes. Menurut PBB sudah lebih dari 40.000 orang menjadi korban tewas akibat kekerasan oleh aparat pemerintah.

Saat ditanya tentang tuduhan penyiksaan terhadap para pengunjuk rasa, termasuk anak-anak, yang dilakukan pihak berwenang Suriah tersebut, Assad menjawab: “Siapa bilang Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah lembaga yang kredibel?”

“Saya melakukan yang terbaik untuk melindungi rakyat, jadi Anda tidak bisa merasakan bersalah saat Anda berusaha melakukan yang terbaik. Anda merasa sedih atas jatuhnya korban nyawa, tapi Anda tidak merasa bersalah jika Anda tidak membunuh orang,” katanya.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ingin Bahagia? Rawatlah Selalu Hatimu!
Tulisan selanjutnya Gerakan Indonesia Mengajar “Diselipi” Paham Liberal?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?