Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Yahudi Ortodoks Sebut Polisi Israel Nazi

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 2 Januari 2012 23:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pertikaian antara pemerintah Zionis Israel yang sekuler dengan kelompok Yahudi Ortodoks semakin panas. Orang-orang Yahudi Ortodoks bahkan mengibaratkan dirinya sebagai korban holocaust dan menyebut aparat keamanan Zionis sebagai Nazi.

Sebagaimana dilansir Maan dari Reuters (02/01/2012), kelompok Yahudi Ultra-Ortodoks mendadani anak-anak mereka dengan kostum pakaian korban holocaust, saat melakukan unjuk rasa pada hari Ahad (01/01/2012), menuntut diberlakukannya pemisahaan antara laki-laki dan perempuan di tempat umum.

Seorang bocah laki-laki dengan rambut dikepang samping dan topi ala Yahudi Ortodoks menjadi pusat perhatian dalam demonstrasi di Al Quds (Yerusalem) itu.

Kedua tangannya yang diborgol diangkat seperti orang yang menyerahkan diri, gambar bintang Daud warna kuning bertuliskan ‘Jude’ (bahasa Jerman, artinya Yahudi) dijahitkan di jaketnya.

Mimik bocah itu menirukan salah satu gambar foto kenangan Yahudi Jerman zaman Perang Dunia ke-2, di mana seorang bocah Yahudi terlihat ketakutan saat dikumpulkan dalam sebuah kamp Nazi di Warsawa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Nazi, Nazi,” teriak para pengunjuk rasa ke arah polisi Israel.

Anak-anak lain dan sejumlah pemuda terlihat berpakaian meniru seragam kamp konsentrasi Jerman. Sementara ratusan orang Yahudi Ortodoks lainnya mengenakan pakaian hitam tradisi agama mereka.

Mengomentari penampilan bocah-bocah Yahudi itu, dalam pernyataannya Menteri Pertahanan Ehud Barak menyebutnya sebagai sesuatu yang mengejutkan dan menjijikkan, serta tidak dapat diterima.

Orang-orang Yahudi Ortodoks yang tidak mengakui negara Zionis Israel, mengolok-olok dengan mengatakan bahwa negara Yahudi hanya akan bisa diwujudkan jika Messiah datang.

“Kalian tidak bisa mengenai kami dengan budaya barat yang penuh dosa itu. Kami akan tetap taat pada hukum Kitab Suci Taurat,” bunyi salah satu spanduk dalam unjuk rasa hari Sabtu lalu.

Ketegangan di dalam negeri Zionis itu bermula saat kelompok Yahudi yang mengaku taat memegang teguh ajaran agamanya, menuntut adanya pemisahan antara laki-laki dan perempuan di lingkungan Yahudi Ultra-Ortodoks dan tempat-tempat umum lainnya.

Di atas bus umum, sekelompok Yahudi Ortodoks bahkan menyuruh para wanita duduk di kursi bagian belakang. Karena mereka berkeyakinan bahwa ajaran agamanya melarang laki-laki dan perempuan bercampur-baur.

Keadaan semakin memanas dan menjadi perdebatan publik, setelah seorang bocah perempuan berusia 8 tahun hampir dua pekan lalu mengeluh di telivisi, tentang para pria Yahudi Ultra-Ortodoks yang memukul pantatnya saat ia dalam perjalanan menuju sekolah.  Orang-orang itu menuduhnya mengenakan pakaian yang tidak sopan.

Meskipun memiliki sekutu partai dari kelompok Ultra-Ortodoks, PM Benjamin Netanyahu berjanji akan menangkapi orang-orang Yahudi yang dianggapnya melecehkan wanita itu.

Sementara Avner Shalev, ketua Yad Vashem — lembaga yang menangani segala macam urusan holocaust — berpendapat bahwa penggunaan kostum korban holocaust itu merupakan tindakan pelecehan terhadap orang-orang yang selamat dari holocaust.

“Ini sama sekali tidak dapat dterima dan merendahkan nilai-nilai Yahudi,” kata Shalev kepada Radio Israel.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tahun Baru di LA dan NY Panen Bom Molotov
Tulisan selanjutnya MUI Sampang Keluarkan Fatwa Sesat Syiah Yang Dibawa Tajul Muluk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?