Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

NATO Mundur Thaliban Berkuasa

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 2 Februari 2012 08:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Letnan Kolonel Jimmie Cummings, juru bicara Pasukan Bantuan Keamanan Asing (ISAF) pimpinan persekutuan pertahanan Atlantik utara NATO, memastikan keberadaan naskah itu, tapi menyatakan itu bukan kajian siasat gerakan.

“Naskah rahasia bermasalah itu adalah kumpulan pendapat warga Taliban tertawan,” katanya, “Itu bukan ulasan, juga bukan untuk dipertimbangkan sebagai ulasan.”

Namun, itu bisa ditafsirkan penilaian memberatkan perang tersebut, yang memasuki tahun kesebelas dan untuk mencegah Taliban kembali berkuasa, atau mungkin untuk pengakuan kekalahan.

Itu juga dapat memperkuat pandangan pegaris keras Taliban bahwa kelompok tersebut tidak harus merundingkan perdamaian dengan Amerika Serikat dan pemerintah bermasalah Presiden Hamid Karzai, karena dalam keadaan kuat.

Naskah kutipan media Inggris “The Times” menyatakan bahwa badan kuat keamanan Pakistan, Sandi Antarlembaga (ISI), membantu Taliban dalam mengarahkan serangan terhadap pasukan asing.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tuduhan itu menarik tanggapan kuat juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Abdul Basit, yang mengatakan kepada kantor berita Inggris Reuters, “Kami bertekad tidak campur tangan di Afghanistan.”

“The Times” menyatakan laporan sangat rahasia tersebut oleh tentara Amerika Serikat di pangkalan udara Bagram di Afghanistan diperuntukkan bagi perwira tinggi NATO pada bulan lalu. Jaringan berita Inggris BBC juga menyiarkan berita tentang naskah bocor itu.

Sebagian besar wilayah Afghanistan telah diserahkan kembali kepada pasukan keamanan Afghanistan, dengan pasukan tempur asing terakhir dijadwalkan meninggalkan negara itu pada akhir 2014.

Tapi, banyak warga Afghanistan meragukan pasukan keamanan, tentara atau polisi mereka mampu mengendalikan penuh salah satu negara paling rentan di dunia itu jika pasukan tempur asing pergi.

Kedutaan Amerika Serikat di Kabul menolak menanggapi laporan itu.

Tuduhan itu diduga kian menegangkan hubungan antara kekuatan Barat dengan Islamabad, yang sejak lama membantah mendukung kelompok keras, yang berusaha menggulingkan pemerintah dukungan Amerika Serikat di Kabul.

Menteri Luar Negeri Pakistan Hina Rabbani Khar berkunjung Kabul pada Senin untuk memperbaiki hubungan tegang dengan pemerintah Afghanistan dan bertemu dengan Karzai untuk membahas kemungkinan pembicaraan perdamaian dengan Taliban.

Pakistan meninjau hubungan dengan Amerika Serikat, yang merosot akibat serangan sepihak Amerika Serikat, yang menewaskan Usamah bin Ladin di tanah Pakistan pada Mei 2011 dan mempermalukan jenderal kuat Pakistan.

Serangan udara NATO lintas perbatasan pada 26 November 2011, yang menewaskan 24 tentara Pakistan memperdalam kemelut itu, dengan mendorong Islamabad menutup jalur pasokan untuk pasukan NATO di Afghanistan.

Pakistan dinilai penting untuk upaya Amerika Serikat menenangkan Afghanistan.

Islamabad menolak tekanan Amerika Serikat memburu kelompok pejuang, seperti Taliban dan jaringan Haqqani, dan berpendapat bahwa pendekatan Washington salah dalam menghadapi kenyataan rumit di lapangan.

Pakistan menyatakan Washington seharusnya mencoba membawa semua kelompok keras ke upaya perdamaian dan takut pengeluaran pasukan tempur pada 2014 secara terburu-buru akan menjerumuskan wilayah itu ke kekacauan seperti setelah Soviet mundur pada 1989.

“Mereka (Taliban) tidak memerlukan dukungan. Setiap orang tahu bahwa sesudah 10 tahun, mereka (NATO) belum mampu mengendalikan satu propinsi pun di Afghanistan, karena kebijakan salah mereka,” kata Senator Pakistan Tariq Azim, anggota Panitia Pertahanan Senat, kepada Reuters.

Juru bicara Pentagon George Little mengatakan, “Kami telah lama prihatin pada hubungan antara unsur ISI dan beberapa jaringan pengacau.”

Little menyatakan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta juga sudah menjelaskan bahwa ia percaya bahwa perlindungan di Pakistan tetap menjadi masalah penting dan perlu ditangani oleh pejabat Pakistan.

Temuan naskah itu didasarkan atas pemeriksaan terhadap lebih dari 4.000 pejuang Taliban dan Alqaida tertawan, kata “Times”, dengan menambahkan bahwa hanya beberapa orang diketahui sebagai gerilyawan.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Departemen Luar Negeri Inggris menolak menanggapi laporan tersebut.

Meskipun hadir sekitar 100.000 tentara asing, kekerasan di Afghanistan berada di titik terburuk sejak Taliban digulingkan pasukan Afghanistan dukungan Amerika Serikat pada 2001, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Taliban pada Januari 2012 mengumumkan akan membuka kantor politik di ibu kota Qatar, Doha, untuk mendukung kemungkinan perundingan perdamaian dengan Amerika Serikat.

Tapi, ada juga pembicaraan tentang upaya mengadakan pembicaraan terpisah di Arab Saudi, karena Karzai khawatir pemerintahnya dikesampingkan oleh pembicaraan Amerika Serikat dengan Taliban.

Laporan itu dapat meningkatkan kepercaya-dirian Taliban dan membuat pemimpinnya kurang mau memberi kelonggaran pada tuntutan utama Amerika Serikat akan gencatan senjata dan pemberontakan itu meninggalkan kekerasan serta memutus semua hubungan dengan Alqaida.

Dengan berharap mendapatkan kepercayaan dengan warga masih dihantui kenangan akan kekuasaan keras Taliban pada 1996-2001, kelompok itu mencoba memperbaiki citra saat pejuangnya memerangi pasukan NATO dan Afghanistan.

“The Times” menyatakan naskah itu menyebutkan bahwa Taliban mendapatkan ketenaran sebagian akibat gerakan Islam tersebut menjadi lebih menenggang.

“Masih harus dilihat apakah Taliban menguat dan lebih maju ingin bertahan jika mereka terus mendapatkan kekuasaan dan ketenaran,” kata laporan tersebut.

“Apapun, pada akhirnya dalam Taliban, catri teperbarui itu sudah memiliki dampak bagus terhadap moral,” katanya.

Pengulas terkemuka keamanan Pakistan Imtiaz Gul menjelaskan bahwa laporan itu membahayakan, dengan menyatakan pasukan keamanan Afghanistan dengan dukungan masyarakat antarbangsa akan menolak setiap pengambilalihan oleh Taliban.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrateTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yang Pandai dan yang Bodoh dalam Fatwa
Tulisan selanjutnya Sejarah dan Interpretasi Aliran yang Menyimpang dalam Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?