Hidayatullah.com—Seorang pejabat di kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terpaksa mengakhri karirnya di pemerintahan setelah mengaku bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap rekan kerja wanitanya.
Natan Eshel akan mengundurkan diri pada akhir bulan ini sebagai kepala biro di kantor Netanyahu, setelah menandatangani pengakuan bersalah.
Eshel dituduh mengambil gambar bagain pribadi tubuh seorang wanita, menguntitnya dan mengakses komputer rekan kerjanya itu.
Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara pengacara Eshel dan Jaksa Umum Yehuda Weinstein, kepala biro itu tidak akan dapat berkarir lagi sebagai pegawai negeri.
Netanyahu hari Ahad lalu, memuji hasil kerja Eshel yang disebutnya “memberikan kontribusi bagi kesuksesan pemerintah Israel,” kutip Xinhua (20/02/2012).
Penyelidikan kasus Eshel mulai dilakukan sejak bulan lalu oleh Komisi Pelayanan Sipil dan mendengar kesaksian 28 orang.
Menurut laporan media setempat, korban yang berinisial R, tidak bekerjasama dengan penyidik dan menolak diperiksa oleh Weinstein.
Bukan sekali ini dalam tahun-tahun terakhir pejabat Israel terjerat kasus pelecehan seksual. Mantan presiden Israel Moshe Katsav tahun lalu diputuskan bersalah dan harus dipenjara karena memperkosa dan melakukan pelecehan seksual terhadap staf wanitannya. Katsav diganjar hukuman 7 tahun kurungan.*