Hidayatullah.com–Dai Islam Dr. Thariq Suwaidan meminta Kepala Kepolisian Dubai Dhahi Khalfan untuk meminta maaf atas pernyataannya terhadap Ketua Ulama Muslim Internasioanl Syeikh Al Allamah Yususf Al Qaradhawi, demikian lansir Islam Today (9/3/2012).
As Suwaidan menyampaikan di kanal Al Khiwar bahwa mestinya aparat memiliki adab dalam perkataannya terhadap ulama. Menurut Suwaidan yang demikian itulah nalar sehat aparat.
As Suwaidan juga menyatakan bahwa Syeikh Al Qaradhawi menyampaikan pernyataan mengenai Emirat berpijak kepada hadits,”Tolonglah saudaramu, baik yang dzalim maupun yang terdzalimi.” Menurut As Suwaidan pencabutan warga negara Emirat tanpa pengadilan juga dzalim. Dan masalah deportasi warga Syiria yang melakukan demonstrasi menentang Basyar Assad juga terlalu berlebihan, jika hal itu dinilai melanggar hukum Emirat. Seluruh umat prihatin dengan apa yang terjadi di Syiria, sikap Emirat itu seakan-akan mendukung pembunuhan yang terjadi di Syiria.
As Suwaidan menilai bahwa Dhahi Khalfan adalah aparat yang mengedepankan akal sehat, hanya saja dalam masalah ini Khalfan tergelincir,”Saya mengharap ia meralatnya karena umat menghormati ulamanya.”Menurut As Suwaidan, aparat hendaknya bisa memainkan perannya dengan baik dan menjaga keamanan sesaui dengan porsinya yang normal.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya bahwa Syeikh Al Qaradhawi mengkritik kebijakan Emirat yang mencabut kewarganegaraan sejumlah penduduknya dan mendeportasi warga Syiria yang melakukan demonstrasi menentang Basyar Assad. Namun, hal itu ditanggapi Dhahi Khalfan, kepala Kepolisian Dubai melalui akun Twitternya dengan ancaman untuk menangkap Syeikh Al Qaradhawi.