Hidayatullah.com—Desa Vadia di negara bagian Gujarat, India, hari Ahad (11/03/2012) menggelar nikah massal untuk delapan gadis muda, dengan tujuan menghindarkan mereka dari pelacuran.
Dilansir AFP, mereka adalah anak-anak dari ibu yang semuanya pekerja seks komersial.
Para gadis yang dinikahkan secara massal oleh organisasi nirlaba untuk golongan masyarakat nomaden pinggiran, Vicharta Samuday Samarthan Manch (VSSM), itu berusia 18 tahun atau lebih sedikit.
Dari generasi ke generasi, wanita desa Vadia, yang berjarak sekitar 210 kilometer dari ibukota Gujarat Ahmedabad, bekerja menjadi pelacur, kata Mittal Patel dari VSSM. Upacara pernikahan yang mereka gelar, merupakan salah satu upaya untuk memutus jaring eksploitasi seks wanita di desa itu.
“Perkawinan berarti para gadis muda akan diselamatkan dari profesi pelacur yang sudah menjadi tradisi,” kata wanita itu.
“Begitu para gadis tersebut menikah atau bertunangan, maka ia tidak dapat dipaksa terjun ke dalam bisnis perdagangan tubuh,” imbuhnya.
Dalam acara itu, 12 gadis di bawah usia 18 tahun juga dipertunangkan.
Ada tiga pertunangan yang dibatalkan, karena pihak laki-lakinya tidak hadir.*