Hidayatullah.com—Kementerian Pendidikan Tinggi Arab Saudi mengatakan kepada perguruan-perguruan tinggi agar menerima mahasiswa putri di jurusan ilmu politik.
Dikutip dari Al Arabiya (15/04/2012), profesor ilmu politik di Universitas Raja Saud Dr Sahran Al Utaibi kepada koran Ashraq mengatakan, kampusnya akan menjadi perguruan tinggi pertama bagi para wanita yang ingin belajar ilmu politik mulai tahun depan.
Menurut Al Utaibi, saat ini jumlah wanita peminat ilmu politik melebihi pria, sehingga mereka juga perlu diberi kesempatan. Selama ini, banyak di antara mereka yang memilih jurusan dekat dengan bidang tersebut. Ia yakin, sekarang adalah waktunya yang tepat untuk mengizinkan para wanita itu menuntut ilmu politik di perguruan tinggi, dengan harapan dalam waktu dekat mereka akan memiliki pandangan politik yang jelas.
Bagi para sarjana non-politik yang ingin meraih gelar master bidang ilmu politik, menurut Al Utaibi, harus memiliki latar belakang pandidikan yang terkait, dan kemungkinan diharuskan mengikuti sejumlah kelas tambahan sebelum meneruskan kuliahnya.
Tahun 2011, Arab Saudi mengumumkan bahwa mulai pemilihan umum daerah tahun 2015 para wanita diizinkan untuk menggunakan hak suaranya. Keputusan itu disampaikan langsung oleh Raja Abdullah dalam pidatonya di depan Dewan Syura.*