Hidayatullah.com—Dalam forum-forum internasional Amerika Serikat selalu berusaha untuk mendominasi. Namun dalam pertemuan di Konferensi Tingkat Tinggi Negara-Negara Benua Amerika di Kolumbia yang baru berakhir kemarin, sebagaimana dilansir Euronews (16/04/2012), Presiden AS Barack Obama bisa dibilang tidak sukses.
Ada dua hal yang membuat Obama sebagai presiden AS tidak bisa membusungkan dadanya dan terpaksa bersikap defensif.
Pertama, kritik dari Kuba yang menanyakan atas dasar apa Amerika Serikat menjustifikasi tindakannya mengembargo ekonomi Kuba yang sudah berlangsung selama 50 tahun ini, dan selalu mengecualikan Havana dari perundingan dan pembicaraan internasional.
“Kuba, tidak seperti negara yang hadir lainnya, belum beranjak menuju demokrasi dan belum memperhatikan hak-hak asasi manusia yang mendasar. Saya berharap perubahan itu akan terjadi di dalam negeri Kuba,” kata Obama berdalih tanpa argumen yang kuat.
Namun, hal yang lebih memalukan sesungguhnya adalah terlibatnya para petugas keamanan presiden AS Secret Service dalam prostitusi, sebelum Obama tiba hari Jumat untuk menghadiri KTT selama 2 hari di Kolumbia.
Seperti diberitakan sebelumnya, tidak kurang dari 12 personel SS yang bertugas di Cartagena untuk pengamanan kedatangan Obama ditarik pulang karena terlibat masalah dan melakukan pelanggaran serius.
Saat ditanya apakah ia marah dengan kelakuan anak buahnya itu, Obama hanya berkata bahwa jika masalahnya sudah diselidiki dan terbukti benar seperti yang dituduhkan, maka ia akan marah.*