Hidayatullah.com–Parlemen Sudan, Senin (16/04/2012), menganggap pemerintah Sudan Selatan sebagai musuh, setelah pasukannya menduduki wilayah Heglig dan menyerukan penggulingan pemerintahan. Hal ini terjadi di tengah upaya Mesir untuk mengakhiri krisis antara Sudan dan Sudan Selatan. Demikian dilansir Al Jazeera.
Di Khartoum, parlemen Sudan mengadakan pemungutan suara yang menghasilkan keputusan bahwa Sudan Selatan adalah musuh.
Keputusan parlemen tersebut mengatakan, “Kami mengumumkan Pemerintah Sudan Selatan sebagai musuh, dan untuk hubungan lembaga-lembaga negara Sudan agar menyesuaikannya.”
Setelah mengeluarkan keputusan tersebut, pimpinan parlemen kemudian menyerukan untuk menggulingkan pemerintah Sudan Selatan.
Meningkatnya ketegangan ini setelah tentara Sudan Selatan menguasai wilayah produksi minyak utama di Sudan, di daerah Heglig utara.
Pertempuran yang terjadi di Heglig adalah yang terburuk sejak berpisahnya Sudan dengan Sudan Selatan pada bulan Juli 2011 lalu.*