Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok Sekuler Bahrain Dibubarkan Pemerintah karena Dinilai Dukung Terorisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Juni 2017 06:16 6:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Juni 2017 06:16
Bagikan
Pendukung National Democratic Action Society (Waad)
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan Bahrain memerintahkan pembubaran kelompok oposisi National Democratic Action Society, dikenal juga sebagai Waad.

Harian berbahasa Arab al-Wasat mengatakan bahwa pengadilan tinggi administrasi memutuskan untuk “membubarkan Waad” dan “menyita aset-asetnya demi kepentingan kas negara”.

Keputusan itu datang setelah sebuah petisi diajukan pada Maret oleh Kementrian Kehakiman Bahrain yang menuduh Waad mendukung terorisme.

Kelompok HAM menyebut keputusan tersebut, yang tidak dapat diajukan banding, “sebuah pelarangan de facto terhadap semua oposisi”.

“Menutup partai oposisi terakhir merupakan sebuah deklarasi dari pelarangan de facto pada semua oposisi,” kata Sayed Alwadaei, direktur advokasi untuk Institut Hak Asasi dan Demokrasi Bahrain.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Pemerintah Bahrain sedang bertindak untuk membungkam semua suara damai, membuka kemungkinan oposisi bawah tanah dan kekerasan.

Baca: Pemerintah Bahrain Tutup Paksa Kelompok Oposisi Syiah Terbesar

“Ini dapat terjadi karena Bahrain merasakan zero geopolitik dan tekanan internasional dari ‘juara demokrasi’ di Barat,” dia menambahkan.

Pada 6 Maret, kementrian kehakiman Bahrain memutuskan untuk membubarkan sebuah kelompok besar oposisi yang dituduh mendukung terorisme, kantor berita negara BNA melaporkan, dengan mengajukan gugatan yang menurut kelompok tersebut merupakan sebuah upaya pemerintah untuk membungkam perbedaan pendapat.

Kementrian kehakiman menuduh Waad melakukan “pelanggaran serius yang menarget prinsip taat hukum, mendukung terorisme dan mendukung kekerasan”.

Radhi al-Mooswai, pemimpin kelompok tersebut, merasa terkejut, dia mengatakan Waad telah melakukan pekerjaan politik yang damai dan menolak kekerasan.

“Ini merupakan langkah lain untuk merusak upaya politik oposisi di Bahrain,” dia mengatakan Reuters.

Lynn Maalouf, direktur penelitian di Amnesty Internasional cabang Beirut, mengatakan langkah itu membawa Bahrain ke “penindasan total HAM”.

“Penangguhan Waad merupakan serangan mencolok pada kebebasan berekspresi dan berasosiasi, dan lebih jauh membuktikan bahwa otoritas tidak berniat menepati janji akan kemajuan Hak Asasi Manusia,” dia mengatakan.

Baca: Iran Ancam Bahrain, Yaman dengan ‘Penaklukan’ seperti Aleppo

Kerajaan yang bersekutu dengan Barat itu telah berada di titik balik politik sejak demonstrasi Arab Spring pada 2011 yang di mana pemerintah mayoritas Syiahnya dilengserkan oleh pemerintah Sunni dengan bantuan negara-negara Arab Teluk.

Langkah keras kerajaan itu memasuki babak baru pada tahun lalu ketika otoritas melarang kelompok oposisi Syiah, al-Wefaq, dan mencabut kewarganegaraan ulama tinggi Syiah.

Al-Wefaq memenangkan 18 dari 40 kursi di Pemilu pada 2010 tetapi dikeluarkan dari parlemen setahun kemudian selama Arab Spring. Baik al-Wefaq maupun Waad memboikot Pemilu yang terjadi pada November 2014 yang dimenangkan oleh kandidat independen dan pro-pemerintah.

Serangan pada sektor publik pada tahun ini telah meningkat setelah otoritas menjatuhkan hukuman mati pada tiga orang yang terbukti melakukan pengeboman pada 2014. Bahrain menuduh Iran memicu kekerasan di kerajaan itu, meski Iran menolak.

Sebuah badan penasihat pemerintah meloloskan amandemen konstitusional pada Minggu yang mengizinkan para tersangka sipil yang menyerang pasukan keamanan disidang di pengadilan militer.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al wefaqarab springbahrainHAMNational Democratic Action SocietyPemerintah BahrainSayed AlwadaeisekulersyiahterorismeWaad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bagaimana Pernikahan Secara Pancasila?
Tulisan selanjutnya IKADI Bantah Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?