Hidayatullah.com–Pro dan kontra kalangan ulama dan politikus muncul di media setelah Syeikh Ali Jum’ah mufti besar Mesir melakukan kunjungan ke Al Aqsha. Namun, media hanya berkonsentrasi mengenai perdebatan antara pihak yang menolak langkah Mufti Jum’ah dan yang mendukung sedangkan substansi dari misi kunjungan Mufti Jum’ah ke Al Aqsha tidak banyak terungkap. Media menyebutkan bahwa Mufti Jum’ah mengunjungi Al Aqsha dalam rangka meresmikan Ghazali Center, tanpa penjelasan lebih dalam mengenai lembaga tersebut.
Sesuai dengan brosur menganai Ghazali Center yang dilansir di akun Facebook Syeikh Ali Jum’ah (20/4/2012), Ghazali Center merupakan bentuk wakaf Raja Yordan Abdullah II dari dana senilai 2 juta dinar Yordan atau sekitar 25 milyar rupiah, yang berkonstrasi untuk mengkaji karya-karya Imam Al Ghazali, ulama yang juga pernah tinggal di Al Quds selama 10 tahun ini.
Ghazali Center diaktifkan di Al Aqsha dan memberikan beasiswa bagi para pelajarnya, dimana para penduduk kota Al Quds merupakan siswa yang diprioritaskan, baru penduduk Palestina dan wilayah lainnya semisal Syam dan Iraq. Namun ada syarat yang dipenuhi bagi mereka yang hendak bergabung dalam mejalis ini yakni minimal hafal 6 juz Al Qur`an.
Syeikh Ali Jum’ah sendiri merupakan salah satu anggota dewan majelis Ghazali Center, disamping ulama lainnya semisal Syeikh Said Ramadhan Al Buti. Dari pihak Al Quds, Mufti Al Quds serta Imam Al Aqsha juga menjadi anggota dewan tersebut.
Sebelumnya, pada 11 Februari 2012 lau, Dar Al Ifta telah melansir bahwa pihaknya ikut memberikan sumbangan terbentuknya Ghazali Center di Al Aqsha dalam rangka menghidupan kembali kazanah keilmuan di Al Aqsha, hingga masjid tersebut ramai kembali oleh para ulama dan pencari ilmu seperti dahulu kala.
Kajian yang diadakan oleh Ghazali Center sendiri berlangsung di salah satu ruangan Al Aqsha yang pernah digunakan oleh Imam Al Ghazali melaksanakan i’tikaf, yakni di Al Bab Ad Dzahabi dimana di ruangan itu Ihya Ulumuddin juga ditulis, sebagiamana dilansir Al Jazeera (20/4/2012) dari beberapa media Yordan.