Hidayatullah.com—Negara-negara Arab hari Sabtu berjanji akan membantu keuangan Otoritas Palestina setiap bulan sebesar USD100 juta, sebagai cadangan jika Israel tidak menyerahkan uang pajak yang dipungutnya kepada OP. Demikian lapor kantor berita Maan yang mengutip media resmi Otoritas Palestina Wafa (2/5/2012).
Pejabat OP Saeb Erekat mengatakan kepada Wafa bahwa keputusan itu diambil oleh Komite Tindaklanjut untuk Inisiatif Perdamaian Arab yang bertemu di Doha, Qatar, akhir pekan ini.
Erekat mengatakan bahwa Presiden Mahmud Abbas meminta bantuan kepada para menteri luar negeri negara Arab agar membantu Palestina, yang kerap mengalami kesulitan keuangan akibat ditahannya setoran uang pajak oleh Zionis Israel.
Sebagaimana diketahui, pemerintah Zionis memunguti uang pajak atas penduduk Palestina yang seharusnya kemudian ditransfer ke Otoritas Palestina. Namun, Zionis sering menggunakannya sebagai alat politik, seperti saat terjadi rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, di mana Zionis tidak mau mentransfer uang pajak dua kali pada tahun 2011. Uang Palestina yang ditahan Zionis setiap bulannya bisa mencapai USD100 juta.
Sekretaris Jenderal Liga Arab Nabil Al Arabi ditugaskan untuk menindaklanjuti komitmen negara-negara Arab itu, kata Erekat.
Setelah pertemuan di Doha tersebut, Erekat juga mengatakan kepada para reporter bahwa rekonsiliasi dengan Hamas masih menjadi prioritas nasional.
“Jika kami tidak menolong diri kami sendiri, maka tidak ada yang akan menolong,” ujar Erekat.*