Hidayatullah.com–Sejumlah laporan menyebutkan kerumunan orang menyerang sebuah bus di Provinsi Rakhine setelah muncul tuduhan bahwa beberapa penumpang memperkosa dan membunuh seorang wanita Buddha sepekan lalu.
Bus tersebut dikepung warga di dekat kota Taunggoke pada Minggu malam.
Warga Taunggoke, Kyaw Min, kepada kantor berita Reuters mengatakan warga marah dengan cara penanganan kasus pemerkosaan dan pembunuhan wanita Buddha.
‘Bukan warga lokal’
Sebelum serangan terhadap bus terjadi, foto dan selebaran tentang identitas wanita yang menjadi korban pembunuhan dibagikan ke warga.
Beberapa warga mengatakan orang-orang Islam yang menjadi korban serangan mungkin bukan penduduk setempat.
Mereka mungkin saja adalah warga luar Rakhine yang bisa jadi bukan pelaku pemerkosaan dan pembunuhan.
Seorang pejabat polisi menolak memberikan penjelasan lebih jauh dengan mengatakan, “Kasus ini sedang kami selidiki. Kami belum bisa mengeluarkan rincian,” ujarnya dikutip BBC.
Rakhine menjadi tempat bermukim banyak komunitas Islam Burma meski kehadiran mereka sering dipermasalahkan warga Buddha yang mayoritas.
Para pengamat mengatakan ini adalah kekerasan sektarian paling buruk di Rakhine, yang berbatasan dengan Bangladesh, sejak pemerintah mulai menerapkan reformasi politik tahun lalu.*