Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kelompok Islam Maroko Dimata-Matai Kemendagri

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Juni 2012 12:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—“Ditelikung teman koalisi”, mungkin ungkapan tepat untuk menggambarkan kondisi partai Islam Maroko yang berkuasa, Partai Keadilan dan Pembangunan (PJD), yang aktivitasnya dimata-matai oleh kementerian dalam negeri.

Dilansir Al Arabiya dari media setempat, Partai Keadilan dan Pembangunan beserta organisasi dakwahnya, Gerakan untuk Persatuan dan Reformasi, menjadi target utama operasi pengintaian yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri Maroko.

Kelompok Islam lain yang juga menjadi target utama adalah Partai Renaisans dan Kebajikan, Gerakan Al Adl wa Al Ihsan, serta Gerakan Jihad Salafy.

Daftar target itu disebarkan ke berbagai lembaga keamanan dan pemerintahan di seluruh Maroko. Kementerian dalam negeri memerintah aparat untuk memantau dan melaporkan semua aktivitas dan pernyataan dari anggota-anggota partai pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan berikut sejumlah menteri. Demikian menurut koran Al Massa’i, Jumat (8/6/2012),

Koran Al Massa’i adalah media Maroko yang pemimpin redaksinya, Rachid Nini, bulan lalu baru selesai menjalani masa hukuman 1 tahun penjara karena didakwa melakukan penghinaan terhadap pengadilan dan beberapa dakwaan lain.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Abdullah Bouano, anggota parlemen dari PJD kepada Al Massa’i mengatakan bahwa dimasukkannya nama partainya oleh kementerian dalam negeri dalam daftar pengawasan adalah “tidak dapat diterima,” sebab PJD merupakan partai politik dan bukan partai agama.

Menteri Dalam Negeri Mhaned Al Ansar merupakan bagian dari koalisi yang dipimpin PJD. Tetapi, ia berasal dari partai lain, yaitu Gerakan Rakyat, dan pernah menjadi menteri dalam pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Kabinet baru Maroko yang dibentuk Januari lalu merupakan hasil kompromi politik. Namun, para anggota koalisi tidak memiliki ideologi yang sama dengan PJD sebagai pimpinan koalisi. Sehingga ketegangan dalam kabinet tidak terhindarkan.

Bulan lalu contohnya, sebuah rancangan undang-undang dari menteri asal PJD, Menteri Informasi Mustapha Al Khalfi, tentang reformasi di bidang media mendapat kecaman dari menteri-menteri lain yang berbeda partai.

Dan penyataan Menteri Kehakiman Mustafa Ramid –juga dari PJD– yang mengatakan bahwa para turis (asing) datang ke kota Marrakesh untuk “melakukan dosa,” dikecam oleh Menteri Pariwisata Lahsan Daoudi yang berasal dari partai lain.

Sejauh ini Perdana Menteri Benkirane masih bisa mempertahankan pemerintahan koalisinya. Namun, apakah koalisi itu masih dapat bertahan setelah adanya laporan hasil mata-mata dan pengaintaian atas partainya, masih belum diketahui.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dekatkan Pelajar ke Masjid Melalui Komunitas Belajar
Tulisan selanjutnya Israel Bangun Kurungan Raksasa untuk Imigran Afrika

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

Berita
18 Juli 2026 10:48
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?