Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rabi Zionis Bilang, Wanita Tidak Perlu Pendidikan Tinggi!

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Agustus 2012 06:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang rabi Yahudi terkemuka di Israel pimpinan sekolah agama Har Hamor Yeshiva menyatakan bahwa “tempatnya wanita adalah di rumah dan domain wanita bukan pada aktivitas sosial.”

Dilansir koran Zionis Haaretz (31/07/2012) kemarin, “fatwa” itu dikeluarkan rabi Zvi Tau untuk kalangan internal.

Zvi Tau dikenal sebagai rabi Yahudi Orthodoks yang lebih ekstrim dibanding warga Israel pada umumnya.

Menurut Tau, pendidikan yang terlalu banyak bagi wanita “akan membahayakan kehidupan negara.”

Haaretz menyebut pemikiran Tau sebagai radikal, lebih dari sekedar orthodoks.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rabi Yahudi kelahiran Austria itu kerap menulis bahwa peran wanita dan pria itu berbeda dalam kehidupan. Menurutnya, “perempuan lebih memiliki kekuatan emosional, sementara pria lebih menggunakan akalnya. Karena kebutuhan alaminya, maka wanita tidak perlu menjejali diri mereka dengan “ilmu pengetahuan dan moral yang mendalam, melainkan cukup dengan merawat, melahirkan, memberi makan dan membesarkan anak-anak.”

Tau menambahkan, tren di dunia yang membolehkan wanita mendapatkan pendidikan yang sama dengan pria dan mengejar kesetaraan, hanya akan memberikan keuntungan jangka pendek. Sedangkan efek jangka panjang tren itu “akan membahayakan kualitas kehidupan negara dan masyarakat, sebab sifat alami perempuan tidak akan disadari dan akan terbawa arus dunia. Masyarakat dan negara harus dibangun dengan menyempurnakan sifat khusus yang tertanam pada wanita.”

Menurut Tau, anak-anak yang dilahirkan dari pasangan, yang ibunya mengabdikan diri pada karir, akan tumbuh menjadi anak “yang lemah dan lembek.”

Menurut Haaretz, Tau menyimpulkan bahwa “rumah adalah habitat alami bagi wanita untuk mengekspresikan kecenderungan (sifat) khususnya … bukan aktivitas sosial. Di rumah, tanpa kesibukan (karir) … adalah tempat di mana wanita bisa secara penuh menjalani kehidupannya.

Dua bulan sebelumnya, Tau mengeluarkan “fatwa” untuk kalangan internal yang disebut “yang menciptakan saya seperti kehendaknya,” yang merupakan kutipan dari doa yang diucakan wanita Yahudi setiap pagi, tentang tempat wanita yang baik menurut Torah (Taurat).*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratewanitayahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenlu Mesir Kecam Kekerasan Atas Muslim di Myanmar
Tulisan selanjutnya Maskapai Saudi Terapkan Ketentuan Bagasi Baru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?