Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Hari Kesebelas Tim ACT di Bangladesh

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 9 Agustus 2012 10:34
Bagikan
Andhika ACT di kamp pengungsian Rohingya di kota Leda, Bangladesh
Bagikan

Hidayatullah.com–Hari kesebelas sejak pemberangkatan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), ahad (29/07/2012), Andika P Swasono, relawan ACT menjelaskan bahwa kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh tidak mendapatkan pelayanan yang layak.

Pemerintah Banglades, menurut Andika, telah mempersulit bantuan ke tempat pengungsi Rohingya.  Bahkan lembaga kemanusiaan international seperti Muslim Aid UK (Inggris), MSF (Belanda), dan ACF (Prancis) masih dilarang untuk mengirimkan bantuan.

“Kondisi ini membuat pengungsi terkatung-katung. Tim ACT sendiri masih bisa masuk ke tempat pengungsian karena mengiyakan salah-satu syarat untuk tidak membawa atribut kelembagaan,” jelas Andhika melalui teleconference di acara Forum Indonesia untuk Dunia Islam (FIDI), Rabu (08/08/2012).

Seperti diketahui, saat ini, ada 50.000 jiwa Muslim Rohingya terlantar di Kutapalong yang tidak diakui pemerintah Bangladesh. Kasus yang sama terjadi di pengungsian Leda di mana ada sekitar 30.000 jiwa. Permasalahan krisis pangan dan kesehatan membuat anak-anak terkena gizi buruk.

Pengungsi yang tidak diakui ini adalah mereka yang ditolak pada siang hari oleh tentara perbatasan Bangladesh. Biasanya pada malam hari mereka kembali secara diam-diam. Mereka bisa masuk ke tempat pengungsian sering juga karena bantuan warga sipil Bangladesh. Alhamdulillah masih ada warga Bangladesh yang memiliki hati untuk membantu saudarah Muslimnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Rencananya misi pertama ACT akan memfokuskan bantuan di pengungsian Rohingya di Bangladesh,” tambah Andhika yang mengaku tidak terganggu ibadah puasa Ramadhannya selama di Bangladesh.

Kebijakan ACT masuk ke pengungsian dengan pertimbangan masih banyak pengungsi Rohingya di Bangladesh yang masih terlantar. Bersamaan dengan itu, ACT juga masih berkordinasi dengan lembaga kemanusiaan international. Kordinasi ini terkait mengenai kedatangan tim kedua yang terdiri dari para dokter.

Tim ACT sendiri sudah berhasil masuk ke Teknaf, Leda dan Kutapalong. Saat ini Andhika mendapatkan info baru terdapat pengungsian yang tidak terdaftar di Cox’s Bazar, Kamp pengungsi di bawah PBB. ACT mengaku sedang bergerak ke sana.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Kami Adalah Bagian dari 1,5 M Umat Islam”
Tulisan selanjutnya Ingin Genggam Dunia dengan al-Quran, Santri Meriahkan Festival Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?