Hidayatullah.com—Para pejabat ekonomi Amerika Serikat akan mengunjungi Kairo pekan depan, guna mendiskusikan cara Mesir melalui masa transisi setelah penggulingan rezim Presiden Husni Mubarak, kata Departemen Luar Negeri AS, Sabtu (25/8/2012).
Kunjungan itu dirancang sebagai tindak lanjut dari kunjungan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton pada bulan Juli lalu, di mana saat itu Presiden Mursy dan para pejabat senior Mesir memaparkan rencana pembangunan ekonomi dan upaya penciptaan lapangan kerja sebagai basis kerjasama Mesir-AS. Demikian dikatakan Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataannya yang dikutip AFP.
Menurut pernyataan itu, kunjungan dari tanggal 27 sampai 30 Agustus tersebut dipimpin oleh Robert Hormats, wakil menteri untuk urusan pertumbuhan ekonomi, energi dan lingkungan, dengan anggota rombongan para pejabat senior Gedung Putih, Departemen Keuangan, USAID dan lainnya.
Menyusul pertemuannya dengan Presiden Muhammad Mursy, Menlu AS Hillary Clinton menegaskan kembali “dukungan kuat” dari Washington untuk transisi demokrasi Mesir setelah Husni Mubarak –sekutu kuat AS– digulingkan dari kekuasaannya.
Clinton juga mendesak para pejabat militer Mesir untuk mendukung peralihan kekuasaan ke tangan pemerintah sipil, di tengah-tengah perebutan pengaruh antara presiden baru Mesir berlatar belakang Islam tersebut dengan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF), yang mengambilalih kekuasaan yang ditinggalkan Husni Mubarak.*




