Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan: Menumbangkan Rezim Tanpa Peluru (2)

sahid
Terakhir diupdate:
sahid
Dipublikasikan 3 Oktober 2012 12:53
Bagikan
Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Syeikh “Beckenbauer” dari Istanbul

BOLEH jadi, jika tidak terjun ke politik, Erdogan akan menjadi pemain bola profesional yang akan bermain di klub-klub raksasa dunia seperti Real Madrid atau Barcelona.

“Kami adalah pelayan kalian. Maka, jika ada yang kalian kehendaki demi kebaikan rakyat dan negara kita, jangan sungkan-sungkan untuk kalian sampaikan,” ujar Erdogan suatu ketika saat menyambangi rakyatnya di Desa Onya, sebuah desa terpencil yang masuk kawasan Propinsi Ordu, wilayah pesisir Laut Hitam. Warga yang kebanyakan petani miskin itu histeris gembira dan berhamburan ke arah Erdogan. Mereka berebut menyalami dan memeluknya.

Karakter yang melekat dari sosok pria kelahiran Istanbul, 26 Februari 1954 ini adalah sederhana dan bersahaja. Ayah Erdogan, yang bekerja sebagai penjaga pantai di Angkatan Laut adalah seorang aktivis Islam yang relijius.

Sejak muda, Erdogan dikenal pandai bermain sepak bola. Ia bahkan pernah bergabung dengan klub sepak bola semi profesional. Ketika kesempatan untuk bergabung dengan liga professional terbuka, ayahnya melarangnya, dengan alasan banyak tugas yang lebih penting dalam hidup daripada sekadar bercengkrama dengan “si kulit bundar.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tak heran jika ia dijuluki sebagai Syeikh “Beckenbauer”. Gelar Syeikh berasal dari gurunya yang sering memberi kepercayaan kepadanya untuk mengajar atau menjadi imam. Adapun gelar “Beckenbauer” merujuk pada Franz Beckenbauer, legenda sepak bola asal Jerman.

Mencatat Sejarah Turki Modern

Setelah tamat dari sekolah menengah Islam, Erdogan melanjutkan kuliah di Universitas Marmara, Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pada 4 Juli 1978, ia menikah dengan seorang Muslimah bernama Emine Gulbaran, aktivis muda politik kelahiran 1955 di Siirt.

Pada 27 Maret 1994, Erdogan terpilih menjadi walikota sekaligus Presiden Dewan Metropolitan Istanbul Raya, setelah partainya, Partai Refah (Partai Kesejahteraan) menang pada pemilu lokal. Saat menjabat walikota, Erdogan melarang segala praktek prostitusi dan minuman keras. Tapi itu tak menyurutkan popularitas Erdogan. Dalam sebuah jajak pendapat, ia terpilih sebagai walikota terfavorit dari 200 walikota di Turki.

Namun, kemudian Partai Refah dibubarkan oleh Dewan Nasional karena dianggap berseberangan dengan ideologi negara sekular yang dianut Turki. Pada Agustus 2001, Erdogan mendeklarasikan partai baru bernama Partai Keadilan dan Pembangunan (Adalet ve Kalkinma Partisi) atau biasa disingkat AKP.

Pada pemilu 2000,  AKP meraup  46, 7 persen suara, sebuah angka fantastis yang belum pernah diraih oleh partai manapun dalam sejarah Republik Turki modern. Angka ini sukses mendudukkan para kader AKP di atas 340 kursi dari total 550 kursi parlemen.

Dalam kemenangan itulah, Erdogan dan partainya mengajukan proposal RUU Paket Demokrasi, yang antara lain berisi: undang-undang yang membolehkan jilbab di sekolah, kampus, dan kantor-kantor pemerintah. Ini adalah sebuah perubahan fenomenal mengingat sejak berdirinya Republik Turki, jilbab dilarang di tempat-tempat publik. Karena pelarangan jilbab itulah, Erdogan terpaksa menyekolahkan putri-putrinya ke Amerika dan Eropa.

Kini, jilbab tak lagi menjadi pemandangan aneh di Turki. Jika kita berkunjung ke Istanbul, misalnya, mayoritas kaum Muslimah yang tampak di jalan pun berjilbab. Apalagi mereka mendapat contoh dari istri Presiden Turki Abdullah Gul dan istri Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, yang juga berjilbab.*

Redaktur: sahid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Erdoganislamold migrateTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Al Azhar Luncurkan Program Studi Jarak Jauh
Tulisan selanjutnya 25 Tahun Menikah, 25 Tahun Bahagia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?