Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Putra Mufti Suriah Dibunuh Intelijen Assad

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Oktober 2012 16:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ribuan orang telah terbunuh sejak aksi protes besar rakyat atas rezim Suriah dimulai pada pertengahan Maret 2011 dan puluhan di antara dibunuh atas perintah jelas dari penguasa Suriah termasuk di antaranya putra mufti besar Suriah, demikian menurut bocoran dokumen rahasia yang didapat Al Arabiya.

Satu file berjudul “Perintah Operasional” dikirim oleh cabang intelijen luar negeri Suriah kepada agen bernama Samir Haddad untuk “mengenyahkan para aktivis di berbagai provinsi.”

Orang-orang yang menjadi target disebut dalam kode angka dan bukan dengan nama-nama mereka.

Dokumen bertanggal 29 Juli 2011 diyakini memegang peran penting dalam pembunuhan sejumlah aktivis terkemuka, yang kemudian memicu aksi demonstrasi rakyat semakin meluas.

Anggota politbiro Front Nasional Suriah Dr Hassan Shalabi kepada Al Arabiya (7/10/2012) mengatakan, “Rezim mengetahui ada sejumlah orang yang menjadi penyulut sebenarnya revolusi ini. Tetapi orang-orang tersebut tidak secara khusus diidentifikasi. Oleh karenanya perintah terbuka diberikan kepada milisi Shabiha [paramiliter yang terdiri dari warga Suriah penganut Syiah Alawi] dan agen intelijen untuk memilih siapa saja yang akan mereka bunuh yang menurut mereka adalah para ‘instigator’.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Termasuk korban pertama dari perintah itu adalah Ghiath Matar, pemuda yang memimpin demonstrasi damai di Daria. Dia ditangkap dan kemudian dibunuh pada bulan September 2011.

Surat perintah lain bertanggal 5 Agustus 2011 berisi perintah pembunuhan para aktivis di Duma, dekat Damaskus.

Surat perintah pembunuhan aktivis ketiga ditandantangi kepala cabang 291 intelijen angkatan udara bagian misi khusus, Brigadir Saqr Mannon pada tanggal 28 September 2011. Surat itu memerintahkan Letkol Suhail Hassan untuk segera pergi ke wilayah utara, yang termasuk Aleppo, untuk membunuh Saria Hassoun, putra dari Mufti Besar Suriah Syeikh Ahmad Badaruddin Hassoun.

Saria Hassoun ditembak mati di jalan raya Idlib-Aleppo dekat Universitas Ibla. Dia meninggal di Rumah Sakit Nasional Idlib dengan dua peluru, satu di dada dan satu di perut.

Mufti Besar Suriah Syeikh Ahmad Badaruddin Hassoun dikenal dengan sikapnya yang membela rezim Suriah. Pemerintah Damaskus kemudian menuding kelompok oposisi sebagai pelaku pembunuhan putra mufti itu. Dengan membuat tuduhan palsu itu rezim Assad berharap mendapatkan simpati dari rakyat untuk melawan oposisi.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muftiold migratesuriah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Barcelona-Real Madrid’ Pun Dipertandingkan di Gaza
Tulisan selanjutnya Indonesia, Gadis Cantik Kaya Sumber Listrik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?