Hidayatullah.com—Rusia hari Selasa (9/10/2012) memkonfirmasi penandatanganan penjualan senjata senilai lebih dari USD4,2 milyar ke Iraq untuk periode semester kedua tahun ini.
Dengan penandatanganan kesepakatan jual-beli itu Rusia menjadi pemasok senjata untuk Iraq terbesar kedua setelah Amerika Serikat.
Pernyataan bersama yang dibuat setelah pertemuan Perdana Menteri Iraq Nuri Al Maliki dan Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev di Moskow mengatakan, kesepakatan itu disetujui saat delegasi Iraq berkunjung ke Rusia tahun ini dan jumlah totalnya lebih dari USD4,2 milyar, lapor AFP.
Sebelum kedatangan Al Maliki media-media Rusia melaporkan bahwa total perjanjian jubal-beli senjata itu bernilai USD4,3 milyar.
Peralatan militer yang dibeli Iraq dari Rusia antara lain mencakup 30 helikopter tempur Mi-28, dan 42 sistem pertahanan misil darat-ke-udara Pantsir-S1 yang dapat dipergunakan untuk merontokkan pesawat jet musuh.
Negosiasi lain kabarnya sedang dilakukan untuk pembelian jet tempur MiG-29 dan kendaraan berat lapis baja oleh Iraq dari Rusia.
Pembicaraan antara Maliki dengan Medvedev hari Rabu besok akan dilanjutkan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin, yang diperkirakan membahas masalah perjanjian jual-beli minyak.*