Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Zionis Tetap Keras Kepala Soal Pembangunan Pemukiman

Insan Kamil
Terakhir diupdate:
Insan Kamil
Dipublikasikan 4 Desember 2012 10:25
Bagikan
Pembangunan pemukiman di Yerusalem Timur.
Bagikan

Hidayatullah.com—Zionis Israel mengatakan tidak akan menyerah atas tekanan internasional untuk menghentikan rencana pembangunan 3.000 pemukiman baru di Yerusalem Timur dan Tepi Barat.

Kantor PM Benyamin Netanyahu mengatakan, Israel akan mempertahankan ”kepentingan vital” dan tidak akan mengubah keputusannya.

Sebelumnya Inggris, Prancis, Spanyol, Denmark, dan Swedia, memanggil duta besar Israel sebagai bentuk protes atas rencana tersebut.

AS juga meminta Israel untuk ”mengkaji kembali” keputusannya.

“Kami mendesak pemimpin Israel mengkaji kembali keputusan sepihak tersebut dan menahan diri dari aksi kontraproduktif yang akan mempersulit pengembalian perundingan damai secara langsung,” kata juru bicara Gedung Putih Jay Carney, seperti diberitakan BBC, Selasa (4/12/2012).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Rusia, Jerman, dan PBB, juga berkeberatan dengan rencana Israel tersebut.

Israel mengotorisasi rencana penambahan 3.000 unit rumah hanya sehari setelah PBB meningkatkan status Palestina sebagai negara pengamat non-anggota.

Rencana pembangunan di kawasan E1 – antara Yerusalem dan pemukiman Tepi Barat Maaleh Adumim – sangat ditentang oleh Palestina.

Mereka menyatakan, pemukiman itu akan memotong Tepi Barat, memisahkan Palestina dari Yerusalem dan mencegah pembentukan negara Palestina yang bersatu.

Sekjen PBB Ban Ki-moon sebelumnya memperingatkan bahwa rencana E1 seharusnya dibatalkan.

“Itu akan membuat sebuah pukulan yang nyaris fatal atas peluang yang tersisa untuk mengamankan sebuah solusi dua negara,” kata Ban.

Seorang pejabat Israel menggambarkan usulan kawasan E1 sebagai ”zona pendahuluan dan rancangan kerja”.

Dalam sebuah kebijakan yang bisa meningkat tensi semakin tinggi, Zionis Israel pada Senin (03/12) berencana untuk kembali membangun 1.600 pemukiman di Yerusalem Timur di kawasan Ramat Shlomo.

Juru runding senior Palestina Saeb Erekat mengatakan, dia berharap tekanan internasional bisa meyakinkan Israel untuk menghentikan rencana tersebut.

“Kami berharap Prancis dan Inggris bisa mulai menunjukkan kepada Israel bahwa mereka tidak bisa lagi melanjutkan bisnis seperti biasa. Aktivitas pemukiman Israel tidak bisa dilanjutkan seperti biasa. Setiap kemungkinan harus diberikan guna menjaga solusi dua negara,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Indonesia dan Kejahatan Perang dalam Aksi Militer Zionis-Israel
Tulisan selanjutnya Pengecoh “Kubah Besi” Dioperasikan Pejuang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?