Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sarkozy Ambil Jutaan Euro dari Qadhafi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Januari 2013 09:57 9:57 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Januari 2013 09:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengambil uang 50 juta euro lebih (>629 milyar rupiah) dari mendiang pemimpin Libya Muammar Qadhafi, kata seorang hakim Prancis dilansir Al-Arabiya Kamis (3/1/2013).

Pengusaha kelahiran Libanon Ziad Takieddine mengatakan kepada hakim yang memeriksanya bahwa dia memiliki bukti tertulis transfer uang ilegal dari salah satu putra Qadhafi kepada Sarkozy melebihi 50 juta euro, lapor koran Inggris Independent.

Uang yang dikirim pemimpin Libya itu dipergunakan untuk mendanai kampanye pemilihan presiden pertama Sarkozy tahun 2006-2007, di mana transfer uang dalam jumlah sangat besar itu terus berlangsung sampai sebelum Qadhafi tumbang, yang antara lain akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Prancis dan Inggris pada tahun 2011.

Tuduhan serupa pernah muncul pada April tahun 2012. Namun, jurubicara kampanye Sarkozy dulu, Nathalie Kosciusko-Moziret, menyangkal tuduhan terbaru ini dengan mengatakannya sebagai tuduhan yang menggelikan dan dikarang oleh kelompok pendukung Presiden Francois Hollande.

Dalam emailnya kepada AFP, wanita itu mengatakan bahwa dana kampanye Sarkozy tahun 2007 sudah dinyatakan bersih oleh Dewan Konstitusi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam dokumen berbahasa Arab bertahun 2006, yang menurut Mediapart ditandatangani oleh kepala intelijen luar negeri Qadhafi, Mussa Kussa, disebutkan kalimat “kesepakatan dalam rangka mendukung kampanye calon pemilihan presiden, Nicolas Sarkozy, sebesar 50 juta euro.”

Kelompok sayap kiri Prancis membuat dugaan serupa pada 12 Maret tahun lalu yang dimuat dalam situsnya, berdasarkan kesaksian dari seorang mantan dokter dari seorang pemasok senjata Prancis yang diduga mengatur uang kampanye Sarkozy.

Menurut Telegraph, Tekieddine yang menjadi pusat perhatian dalam kasus dugaan uang haram dalam kampanye Sarkozy, merupakan seorang fixer yang mengatur perjanjian legal (diduga termasuk yang ilegal) antara Prancis dan Timur Tengah selama 20 tahun.

Dalam pernyataannya kepada koran Le Parisien, Tekieddine mengatakan bahwa apa yang diungkapkannya itu merupakan bagian dari kesepakatan hukum dengan peradilan Prancis, di mana di dalamnya termasuk mengungkapkan siapa saja politisi Prancis yang menerima dana dari Libya.

Qadhafi dibunuh agen Prancis

Pada akhir September 2012 muncul kabar yang mengatakan bahwa Muammar Qadhafi dibunuh bukan oleh pemberontak Libya, melainkan oleh seorang agen intelijen Prancis atau orang yang bekerja untuk intelijen Prancis yang menyusup di antara para pemberontak yang memburu Qadhafi.

Qadhafi dibunuh pada 20 Oktober 2011, dalam serangan di kampung halamannya di Sirte, setelah dia terdesak bersembunyi di sebuah pipa saluran pembuangan dan menyerah sambil mengangkat tangan memegang sebuah pistol emas.

Menurut sumber-sumber kuat di Libya, seorang pria Prancis menyusup kerumunan pemberontak yang menangkap Qadhafi tahun lalu, kemudian menembak kepalanya.

Libya Herald (27/9/2012) melaporkan, mantan perdana menteri sementara Mahmoud Jibril dalam wawancara dengan stasiun televisi Mesir Dream TVmengatakan, seorang agen intelijen asing yang melakukan pembunuhan atas Muammar Qadhafi dan bukan pemberontak Libya seperti yang disangka orang selama ini.

“Tujuannya adalah untuk membungkam Qadhafi selamanya, karena dia memegang banyak rahasia besar dan dokumen dan memiliki hubungan dengan banyak foreign security services,” kata Jibril, tanpa menjelaskan lebih lanjut security services asing apa yang dimaksudkannya dan tanpa memberi bukti.

Al Arabiya menyebut, pembunuh yang menghabisi nyawa pemimpin Libya itu bertujuan utama mencegah terbongkarnya hubungan Qadhafi dengan mantan presiden Prancis Nicolas Sarkozy, yang disebut-sebut mendapatkan dana jutaan dolar dari Qadhafi untuk pemilunya di Prancis tahun 2007. Baca berita sebelumnya Qadhafi Dibunuh Agen Prancis, Bukan Pemberontak Libya.

Nicols Sarkozy adalah seorang keturunan Yahudi yang berpaling memeluk agama Katolik Roma. Dia memiliki karir cemerlang dan pesat di dunia politik Prancis, berawal di Neuilly-sur-Seine sebagai anggota dewan pada usia 23 tahun. Mei tahun 2007 saat berusia 52 tahun dia resmi menjadi presiden Prancis ke-23. Setelah kalah dari Francois Hollande dalam pemilu 2012, Sarkozy mengundurkan diri dari dunia politik dan tenggelam dari kacamata publik seiring dengan merebaknya kabar uang haram yang dipergunakannya selama berkarir di dunia politik*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Ditangkap Saat Cari Wanita Yahudi untuk Dinikahi
Tulisan selanjutnya Muhammadiyah akan Benahi Pikiran Masyarakat dengan Pendidikan Karakter

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?