Hidayatullah.com–Pemerintah Iraq mengumumkan rencananya untuk membuka perbatasan port Trebil, al-Walid dan perbatasan Rabiah yang berbatasan dengan Yordania dan Suriah, mulai dari hari Jumat (18/1/2013).
Juru bicara untuk provinsi Anbar, Fathi Hantoush, menyebutkan bahwa pemerintah Iraq telah memutuskan untuk membukan port mulai dari jam enam pagi Jumat pagi. Ia menunjukkan bahwa keputusan ini datang telegram yang dikirim oleh Perdana Menteri Iraq, Nuri al-Maliki yang diterima oleh Gubernur Anbar, Qassim Muhammad Abdul.
Seperti yang dilansir oleh Islammemo (18/1/2013), sebelumnya pemerintah Irak telah memutuskan untuk menutup perbatasan al-Walid dan Rabiah dengan Suriah pada tanggal 13 Januari lalu, dan juga perbatasan Trebil dengan Yordania. Hal ini dilakukan atas dasar alasan keamanan yang terkait dengan aksi demonstrasi menuntut reformasi politik di kota Ramadi dan Fallujah yang terletak di garis internasional yang mengubungkan antara Iraq, Yordania dan Suriah.*