Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China Larang Cendikiawan Uyghur Bepergian ke Luar Negeri

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Februari 2013 11:10 11:10 am
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Februari 2013 11:10
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang cendikiawan Muslim Uyghur ternama dicegat di bandara dan tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar negeri hari Ahad kemarin (2/2/2013).

Dilansir Radio Free Asia, pakar ekonomi Ilham Tohti kepda FRA Uyghrur mengatakan dirinya dilarang terbang menuju Amerika Serikat dan disuruh pulang kembali ke rumahnya di Beijing hari Sabtu malam setelah diinterogasi selama delapan jam di bandara. Tohti berenca ke AS untuk mengajar di Universitas Indiana selama satu tahun.

“Saya diberitahu bahwa putri saya sudah berada di atas pesawat menuju AS,” kata Ilham Tohti, profesor di Central Minorities University, Beijing dan seorang pengkritik vokal kebijakan-kebijakan pemerintah China.

Tohti adalah aktivis pembela HAM minoritas Uyghur yang kebanyakan tinggal di wilayah Xinjiang dan sering diperlakukan diskriminatif oleh China, yang mayoritas merupakan suku Han.

Tidak diketahui dengan pasti mengapa Tohti dilarang meninggalkan China untuk mengajar di Universitas Indiana, AS.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pihak AS telah mengeluarkan visa J-1 yang berlaku bagi orang asing yang datang ke AS untuk bekerja dan belajar. Sedangkan putrinya diberikan visa J-2 yang biasanya dikeluarkan tergantung kepada pemegang visa J-1.

Saat berada di bandara, Tohti sempat mengirimkan pesan pendek kepada temannya memberitahukan bahwa ia dan putrinya ditahan saat mereka melewati pos pemeriksaan dan sejumlah polisi mengawasinya.

Tohti beberapa kali keluar masuk tahanan sebelum dan sesudah terjadinya kekerasan massal atas Muslim Uyghur di ibukota Xinjiang, Urumqi tahun 2009, yang menelan korban jiwa 200 orang.

Tohti membuat situs Uyghur Online, sebuah website moderat yang mengangkat masalah-masalah sosial. Situs itu kemudian ditutup pemerintah China pada tahun 2009.

Tahun lalu versi baru dari situs itu dibuat dan ditempatkan di server luar negeri dan diblokir sehingga tidak dapat diakses dari dalam negeri China.

Oktober tahun lalu, Ilhan Tohti dibawa keluar Beijing dan dikirim ke daerah asalnya di Urumqi dan Atush di Xinjiang, saat Partai Komunis yang menguasai pemerintahan China akan menggelar Kongres Nasional ke-18. Putranya yang berusia enam tahun juga dilarang mendaftar di sekolah dasar di Beijing tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salah Paradigma Tangani Prostitusi
Tulisan selanjutnya Arab Spring Akan Segera Sampai ke al-Quds

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang

Berita
30 Agustus 2026 17:04
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?