Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tokoh Al-Ikhwan Mesir Nafikan Penyusupan Syiah Lewat Pariwisata

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 April 2013 06:24 6:24 am
Ama Farah
Dipublikasikan 1 April 2013 06:24
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tokoh terkemuka Al-Ikhwan al-Muslimun Essam al-Erian hari Adad (31/3/2013) membantah pernyataan yang mengatakan bahwa Mesir bisa kemasukan Syiah jika kerjasama pariwisata dengan Iran diperluas, dan menegaskan identitas Sunni di negara piramid itu “lebih kuat.”

“Mesir lebih besar daripada penetrasi oleh pemikiran apapun atau sekarang … Mesir telah menolak semua bentuk sekularisme dan menerima nasionalisme yang dicampur dengan islamisme,” kata Al-Erian dalam laman Facebooknya yang dikutip Al-Ahram.

Menyusul dibukanya kerjasama dengan Iran dibidang pariwisata oleh pemerintahan Presiden Muhammad Mursy yang berasal dari Al-Ikhwan, warga Salafy mengkritik keras normalisasi hubungan diplomatik Kairo-Teheran, karena khawatir pengaruh Syiah akan meningkat di negara Islam (Sunni) itu.

“Al-Azhar Mesir, Al-Awkaf [kementerian wakaf], Salafy, Al-Ikhwan al-Muslimun dan Sufi akan menjaga Sunni Mesir …,” kata Erian lagi.

Pada hari Sabtu kemarin, penerbangan komersial pertama dari Kairo menuju Teheran, Iran, diluncurkan kembali untuk pertama kalinya dalam 34 tahun terakhir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kamis pekan lalu kepada Associated Press Menteri Pariwisata Hisham Zazou mengatakan, turis-turis dari Iran akan membantu membangkitkan industri pariwisata Mesir yang melemah dan mereka tidak akan membahayakan keamanan negara.

Sebagaimana diketahui, Mesir yang kaya dengan peninggalan arkeologi mengandalkan sebagian besar sumber pendapatan kas negaranya dari sektor pariwisata, tidak seperti negara-negara tetangganya yang kaya minyak dan gas bumi.

Di Teheran, kantor berita semi resmi Mehr hari Ahad kemarin melaporkan bahwa Presiden Mahmud Ahmadinejad telah menandatangani proyek yang akan menghapus persyaratan visa bagi turis-turis asal Mesir yang berkunjung ke negara Syiah tersebut, lapor Al-Arabiya.

Sementara itu di Libya, Mufti Besar Syaikh Sadiq al-Ghariani meminta agar pemerintah melarang para wanita negara itu menikah dengan pria asing, menyusul laporan keluhan dari warga akan penyusupan penganut Syiah dan Druze dari Iran dan Suriah, yang memanfaatkan kondisi Libya yang belum normal pasca digulingkannya rezim Muammar Qadhafi. Baca berita sebelumnya: Syiah Menyusup, Mufti Larang Wanita Libya Nikahi Pria Asing.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video Al Buthy dari Hizbullah, Audio-Visual Tidak Sinkron
Tulisan selanjutnya Tutup Rakerwil, Hidayatullah NTT Gelar Tabligh Akbar dan Pembagian Sembako

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?