Hidayatullah.com—Sedikitnya tiga negara bagian di Australia bisa memilih wakil-wakil mereka dari Partai WikiLeaks pada pemilihan umum federal bulan September mendatang, kata direktur kampanye Julian Assange hari Sabtu (6/4/2013).
Partai WikiLeaks yang masih berusia dua bulan ini berkembang dengan cepat. Dibentuk di Australia pada bulan Februari kemarin, partai itu mengumumkan terbuka untuk penerimaan anggota akhir Maret. Sekarang Partai WikiLeaks sudah memiliki 500 anggota yang membayar iuran, jumlah yang diperlukan untuk mendaftar diri pada Komisi Pemilu Australia.
Tidak hanya berkembang secara kuantitatif, partai bayi itu juga meluas secara geografis. Partai WikiLeaks mengumumkan, sudah ada tiga negara bagian di mana anggotanya bisa dipilih, yaitu New South Wales, Western Australia dan tentu saja di Victoria, negara bagian asal pendirinya Julian Assange.
Assange sendiri berminat menjadi senator yang mewakili daerah pemilihan Victoria.
Nama-nama bakal calon wakil rakyat dari Partai WikiLeaks belum diungkap ke publik, namun Greg Barns, direktur kampanye Assange, mengatakan daftarnya akan diumumkan segera, termasuk nama kandidat yang akan menggantikan Assange jika tidak bisa pulang ke Australia dan menjadi senator.
Assange kemungkinan masih akan terjebak di Kedutaan Besar Ekuador di London, tempat di mana dia mencari suaka sejak Juni 2012. Dia menghindari upaya ekstradisi ke Swedia, di mana dia bakal diperiksa untuk kasus dugaan serangan seksual.
Assange yakin, jika dia berada di Swedia, maka dia akan diekstradisi ke Amerika Serikat, negara yang menginginkannya duduk di kursi terdakwa dengan tuduhan membocorkan ribuan dokumen rahasia berupa kabel diplomatik AS.
Menurut pengacaranya, kasus pembocoran dokumen rahasia milik AS itu sepertinya akan menjerat Assange ke penjara semumur hidup, kalau tidak dihukum mati.
Para pendukung Assange berharap, kemenangannya dalam pemilihan umum federal tahun 2013 ini akan menjadi tiket pulang baginya ke Australia.
Meskipun demikian Barns kepada Russia Today (6/4/2013) mengatakan, mencari perlindungan hukum bukanlah motivasi Assange untuk terjun ke dunia politik. Dia menegaskan, aktivitas politik yang digeluti Assange bertujuan untuk mendorong transparansi kebijakan seperti yang selalu dikumandangkan situs WikiLeaks selama ini.
“Ini merupakan manifetasi politik dari peristiwa yang sudah terlihat selama 10 tahun ini,” kata John Sipton, ayah Julian Assange yang juga ketua Partai WikiLeaks kepada AFP.
WikiLeaks mengumumkan bahwa Julian Assange berencana untuk menduduki kursi senat Australia tahun lalu. Agar terpilih, dia harus mengumpulkan 15% suara pemilih. Menurut direktur kampanyenya, jajak pendapat menunjukkan elektabilitas Assange mencapai 25-27 persen.*