Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bashar al-Assad Bantah Kabar Kabur dan Mati

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 April 2013 18:50 6:50 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 7 April 2013 18:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Presiden Suriah Bashar al-Assad menangkis semua rumor yang mengatakan dirinya bersembunyi di suatu tempat di Iran atau di kapal perang Rusia. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Turki, Assad mengatakan pemerintah Ankara ikut bertanggungjawab atas kematian rakyat Suriah.

“Saya berada di Suriah, hidup di tempat yang sama seperti biasanya. Saya tidak bersembunyi di dalam bunker. Semua yang dikatakan tentang kematian atau menghilangnya saya merupakan kabar burung yang dilancarkan para musuh untuk menurunkan moral rakyat Suriah,” kata Assad dalam wawancaranya dengan stasiun televisi Turki Ulusal Kanal TV yang dipublikasikan pada hari Jumat kemarin, lansir Russia Today Sabtu (6/4/2013).

Dalam wawancara itu Assad mengomentari berbagai masalah, terutama dukungan negara asing kepada kelompok oposisi yang menentangnya.

“Liga Arab sendiri kurang memiliki legitimasi,” kata Assad menggarisbawahi. “Organisasi ini mewakili negara-negara Arab, bukan rakyat Arab. Saat kami bekerja dalam organisasi ini kami melihatnya sendiri. Liga ini bukan saja tidak bisa memberikan status kekuasaan kepada siapapun, dia juga tidak bisa melucutinya dari siapapun. Peran organisasi ini simbolis,” ungkap Assad.

“Legitimasi hanya diberikan kepada atau diambil oleh rakyat … Jika rakyat Suriah memberikan anda legitimasi, maka anda adalah presiden yang sah,” kata Assad kepada wartawan yang mewawancarainya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sebagaimana diketahui, negara-negara Barat dan Liga Arab memberikan pengakuan kepada kelompok oposisi yang tergabung dalam Dewan Nasional Suriah (SNC) sebagai wakil rakyat Suriah yang sah. Liga Arab bahkan sudah memberikan kursi Suriah, yang diberhentikan sementara keanggotaannya, kepada SNC belum lama ini.

Lebih lanjut Assad memperingatkan, apabila rezimnya digulingkan secara paksa maka efek domino atau efek beruntun akan terjadi, sehingga negara-negara di Timur Tengah, Barat, Timur, Utara dan Selatan akan terpengaruh dampaknya. Ketidakstabilan akan terjadi di berbagai kawasan selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun ke depan, ancam Assad.

Krisis Suriah, kata Assad, bukanlah masalah lokal. Dia menegaskan bahwa Suriah sudah menjadi medan pertempuran bagi negara-negara internasional yang ingin menggambar ulang peta kekuatan di kawasan tersebut.

Itu mengapa, katanya, negara-negara anggota kerjasama ekonomi BRICS (Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan) secara tidak langsung mendukungnya, dengan menentang campur tangan Barat dalam konflik Suriah.

Ocehan Bashar al-Assad tidak berhenti di situ. Dia menuding pemerintah Turki menggunakan uang Qatar untuk mempersenjatai para pejuang dari kelompok Islam yang menentangnya.

Dilansir The Guardian (6/4/2013), Assad mengatakan bahwa Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan “tidak mengeluarkan satu patah kata pun yang jujur sejak Suriah terpuruk ke dalam krisis.”

“Pemerintah Turki terendam setinggi lutut darah rakyat Suriah,” kata Assad menuding Ankara ikut bertanggungjawab atas kematian rakyatnya.

Dia menambahkan, “api di Suriah akhirnya akan membakar Turki, [Erdogan] tidak melihat realita ini.”

Rumor Assad mati

Sejak akhir Maret lalu berkembang kabar yang memberitakan bahwa Presiden Suriah Bashar Al-Assad telah mati, dibunuh kelompok pejuang Suriah anti rezim.

Kabar yang awalnya berkembang di sejumlah forum tersebut, kemudian dikutip berbagai situs berita.

Dalam berita itu antara lain disebutkan, Abu Ali Khubayyah, komandan Brigade Syuhada Dauma, salah satu kelompok FSA, mengumumkan pada Jumat malam (29/3/2013) bahwa Bashar al-Assad telah berhasil dibunuh dalam serangan yang terkoordinasi oleh Brigade Dauma di istana kepresidenan Suriah. Pengumuman tentang kematian Assad itu direkam dalam video yang diunggah ke YouTube.

Menurut pemantauan Hidayatullah.com, kabar kematian Assad itu bahkan sudah berkembang di forum diskusi di dunia maya sejak 25 Maret 2013. Disamping itu, ada pula yang mengabarkan Assad bersembunyi dan dilindungi tentara asing dari Iran atau Rusia.

Namun, tidak ada satupun media internasional yang memiliki reporter di Suriah, yang mengabarkan tentang kematian Assad tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Partai WikiLeaks Siap Ikut Pemilu di Australia
Tulisan selanjutnya Andai Pelaku Cebongan itu Remaja Masjid, Apa Kata BNPT?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?