Hidayatullah.com—Gempa menguncang Iran pada hari Selasa (9/4/2013) di daerah dekat fasilitas nuklir Busher dan telah memakan korban puluhan orang tewas, serta hampir seribu orang lainnya luka-luka, lansir Russia Today (9/4/2013)
Dari kantor berita pemerintah Iran, Gubernur Provinsi Busher Fereidoun Hasanvand mengatakan korban tewas mencapai sedikitnya 37 orang, korban luka-luka 850 orang termasuk 100 di antaranya dirawat di rumah sakit.
Wakil Gubernur Shahpour Rostami dikutip kantor berita Fars mengatakan, “Jumlah itu berdasarkan korban terbaru akibat gempa.”
Iran telah mengumumkan masa berkabung tiga hari atas para korban, lapor Interfax.
Gempa terjadi pada petang hari pukul 16:22 waktu setempat (1152 GMT). Pusat gempa berada 89 kilometer dari fasilitas nuklir Busher, di sekitar kota Kaki. Kedalaman gempa berada 10 km dari permukaan bumi. Gempa sebesar 6,3 skala Richter itu disusul dengan 21 guncangan lain, yang mana 12 di antaranya mencapai di atas 4 skala Ricther.
Kantor berita Itar-Tass melaporkan, 80-100 persen rumah di kota tersebut hancur. Menurut kantor berita Iran Mehr, lebih dari 700 rumah rusak akibat gempa, yang kebanyakan terbuat dari bata lempung sehingga mudah runtuh dan terletak di kawasan pedesaan.
Gubernur provinsi setempat melaporkan reaktor nuklir Busher tetap utuh.
“Gempa tidak memperngaruhi kondisi normal di reaktor, personelnya melanjutkan kerja seperti biasa dan tingkat radiasi sepernuhnya berada dalam keadaan normal,” kata seorang pejabat dari perusahaan Atomstroyexport, perusahaan Rusia yang membangun fasilitas nuklir tersebut, lapor RIA Novosti.
Sementara itu lembaga atom Perserikatan Bangsa Bangsa IAEA mengaku mendapat laporan dari Iran bahwa gempa tidak menimbulkan kerusakan pada reaktor nuklirnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya itu dan analisa IAEA sendiri terhadap gempa yang terjadi, lokasi, serta faktor lainnya, lembaga energi atom PBB tersebut mengatakan dalam pernyataannya bahwa “untuk sekarang tidak mencari tambahan informasi lain dari Iran.”
Di situs jejaring Twitter, para pengguna mengaku gempa dapat dirasakan hingga Dubai dan Abu Dhabi.
Negara-negara Arab di kawasan Teluk dan para pakar di barat jauh sebelumnya telah menyuarakan kekhawatiran mereka atas reaktor nuklir Busher yang dibangun di kawasan rentan gempa, di pesisir Teluk Persia berhadapan langsung dengan wilayah timur Arab Saudi dan Kuwait.*