Hidayatullah.com—Bahrain hari Selasa (9/3/2013) memasukkan kelompok bersenjata Syiah yang berpusat di Libanon, Hizbullah, sebagai organisasi teroris. Menjadikannya sebagai negara Arab pertama yang melakukan hal tersebut.
Dukungan dan pelatihan yang diberikan oleh organisasi Syiah radikal itu kepada kelompok warga Syiah penentang pemerintah Bahrain, menjadi alasan utama Manama memasukkannya sebagai organisasi teror.
Kabinet menugaskan menteri dalam dan luar negeri untuk mengimplementasikan keputusan tersebut.
“Tindakan ini untuk melindungi keamanan dan stabilitas Bahrain dari ancaman Hizbullah,” kata Adil al-Asoumi anggota parlemen Bahrain kepada Al-Arabiya.
Asoumi menambahkan, terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Hizbullah ikut memicu perlawanan terhadap pemerintah Bahrain, negara yang banyak dihuni warga Syiah tapi diperintah oleh monarki Islam (Sunni).
Lebih lanjut Asoumi mengatakan, Bahrain telah menerima informasi intelijen dan tentara-tentara Suriah yang membelot, yang pernah melatih kelompok-kelompok dukungan Hizbullah di Bahrain untuk melancarkan aksi terorisme di negara itu.
Sebagaimana diketahui, rezim Syiah Alawi yang dipimpin Presiden Suriah Bashar al-Assad merupakan sekutu dekat Hizbullah di Libanon dan pemerintah Syiah Iran.
“Saat kami berada di kamp pengungsi Suriah di Turki, kami bertemu dengan prajurit-prajurit militer Suriah yang membelot. Mereka mengatakan kepada kami bahwa tahun-tahun sebelumnya, rezim Suriah berkonspirasi untuk melawan Bahrain lewat kerjasama dengan Iran dan Hizbullah,” kata Abdulhalim Murad, wakil kepala faksi Islam Asala di parlemen Bahrain kepada Al-Arabiya.
Hizbullah tidak hanya menjadi ancaman bagi Bahrain, tetapi juga kawasan Teluk lainnya, maka “kami menyeru pada saudara-saudara kami di Teluk untuk melawan organisasi teroris ini guna melindungi keamanan Teluk,” kata Asoumi. [Baca juga berita sebelumnya: Salafy Mesir Berkumpul Menentang Syiah]
Eropa, yang hingga saat ini memasukkan kelompok perjuangan Palestina Hamas sebagai organisasi teroris, belum menganggap Hizbullah sebagai kelompok teror. Hanya Belanda yang baru saja memasukkan Hizbullah sebagai organisasi teror, sementara Inggris belum lama ini hanya memasukkan sayap militer Hizbullah sebagai teroris sedangkan sisanya sebagai partai politik.
Amerika Serikat, Kanada dan Israel, sudah lebih dulu mengkategorikan kelompok bersenjata Syiah Libanon itu dalam daftar hitam.*