Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Polisi: Remaja Jerman Banyak Sebarkan Konten Kekerasan di Media Sosial

Ama Farah
Terakhir diupdate: 21 Februari 2020 21:10 9:10 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 21 Februari 2020 19:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Polisi dan pendidik di Jerman resah dengan kenaikan jumlah konten kekerasan, ekstrimis dan ilegal yang tersebar di kalangan remaja di media sosial semacam WhatsApp.

Dilansir DW, dalam laporan yang dipublikasikan hari Rabu (19/2/2020) oleh koran Funke Mediengruppe, Kantor Kepolisian Kriminal Federal Jerman (BKA) mengatakan bahwa obrolan online sekarang ini menjadi semakin “radikal dan brutal”.

Satu kelompok obrolan itu terungkap setelah seorang pelajar putri pingsan usai menonton video seorang pria yang dipenggal kepalanya dengan gergaji listrik, yang dibagikan di grup kelasnya.

Satu kelompok lain yang membagikan konten kebencian diketahui ketika seorang wali murid tanpa sengaja dimasukkan ke dalam kelompok obrolan tersebut.

Akan tetapi, aparat berwenang mengatakan sebagian besar kelompok obrolan online tersembunyi dari orangtua dan guru.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada Oktober 2019, Kepolisian Federal Jerman melakukan investigasi pornografi anak di seluruh penjuru negeri. Dari sejumlah tersangka yang berhasil dijaring, sebanyak 21 merupakan pemuda berusia antara 14 dan 26 tahun. Pihak kejaksaan mengatakan bahwa para tersangka itu bukan pedofil, tetapi mereka mengirimkan konten-konten tidak senonoh “tanpa berpikir panjang.”

“Sering kali, video yang beredar diramu dengan musik dan komentar yang mereka pikir lucu,” kata Markus Koths, kepala unit kejahatan siber di BKA kepada Funke Mediengruppe.

Di banyak kasus, anak-anak muda itu terkejut bahwa membagikan video semacam itu bisa menyeret mereka berurusan dengan hukum.

Video yang menampakkan kekejian terhadap anak atau kejahatan seksual terus saja dibagikan di kelompok obrolan kaum remaja, kata polisi dalam laporan yang dirilis Funke hari Rabu itu.

Contohnya, dua video yang sedang beredar luas di kalangan grup obrolan palajar SMA Jerman. Kata penyidik, salah satu video menampakkan dua pemuda yang diduga di Afghanistan sedang memperkosa seorang anak. Video yang satunya, menampakkan anak-anak di Amerika Serikat atau Kanada dipaksa melakukan aktivitas seksual.

Dalam satu kasus kelompok obrolan, pihak kejaksaan di negara bagian turun tangan melakukan investigasi setelah anggota kelompok tersebut saling menyapa dengan menggunakan istilah-istilah seperti “sieg heil” dan membagikan gambar-gambar swastika.

Akan tetapi, menurut kebanyakan para pendidik, jarang ada pelajar yang merupakan ekstrimis sayap kanan, melainkan mereka hanya berusaha membuat teman-temannya terkesima. Mereka sering kali tidak sadar akan konsekuensi hukum dari tindakannya.

Di Jerman, membagikan gambar swastika dapat dihukum denda dan menyebarkan pesan kebencian dapat dibui hingga 5 tahun.

Kelompok-kelompok obrolan biasanya anonim, sehingga mudah bagi orang untuk menyebarkan konten-konten tak bermutu atau ilegal tanpa takut akan konsekuensinya

Namun, polisi mengatakan daripada mengatasi masalah itu di kalangan remaja dengan sanksi hukum, lebih baik memberikan pemahaman dan pendidikan yang lebih baik kepada mereka.

“Memberikan pelajaran tentang kompetensi media di ruang kelas merupakan langkah yang penting,” kata Koths, seraya menambahkan bahwa orangtua juga berkewajiban untuk memjelaskan kepada anak-anaknya perihal xenofobia dan penyalahgunaan media.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tuntut Gaji dan Pensiun Layak Dosen di Inggris Mogok Kerja
Tulisan selanjutnya Keuskupan Harrisburg Bangkrut Bayar Jutaan Dolar untuk Korban Pendeta Pedofil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?