Hidayatullah.com–Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad telah sampai ke Republik Benin di Afrika barat, sebagai pelabuhan pertama dalam kunjungannya ke negara-negara Afrika. Setelah dari Benin, Ahmadinejad akan bertolak ke Niger yang merupakan produsen uranium terbesar keempat di dunia.
Soal energi akan menjadi isu terpenting selama kunjungan Ahmadinejad ke negara-negara Afrika ini. Sementara itu pihak Benin mengatakan bahwa pembicaraan Ahmadinejad dengan presidennya Thomas Boni Yayi akan fokus pada masalah pendidikan dan pertanian.
Menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Benin pada Ahad (14/3/2013), kunjungan Ahmadinejad ke Benin ini terkait dengan posisinya sebagai ketua Gerakan Non-Blok.
Menteri Luar Negeri Nasiro Erevari Baku mengatakan bahwa Iran juga telah mendanai pembangunan lokal di Universitas Abomey Kalavi di Benin. Dia menambahkan bahwa pembicaraan Ahmadinejad tidak ada hubungannya dengan kunjungannya berikutnya ke Niger.
Menurut Asosiasi Industri Nuklir Dunia, lansir Aljazeera (15/3/2013), mengatakan bahwa produksi uranium di Niger yang tidak memiliki pelabuhan itu dialihkan ke tetangganya Benin untuk diekspor. Sebagian besar dikirimkan ke perusahaan di Prancis.
Baru-baru ini Niger mengkritik perjanjian lamanya dengan Prancis yang telah banyak mendapatkan uranium dari negara yang terkurung daratan ini. Niger menuntut bagian yang lebih adil dari keuntungan yang dihasilkan oleh ekstraksi bijih uranium.
Setelah dari Benin Ahmadinejad akan berkunjung ke Niger pada hari Senin (15/3/2013).*