Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Semakin Banyak Orang Amerika Mengemis Makanan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 8 Juni 2013 08:08 8:08 am
Ama Farah
Dipublikasikan 8 Juni 2013 08:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Tidak ada politisi yang kelaparan di ibukota negara Amerika Serikat, Washington DC. Namun, bukan berarti tidak ada orang kelaparan di wilayah AS yang nyaris tidak pernah terpengaruh resesi ekonomi itu sejak Great Depression.

Lembaga-lembaga kemanusiaan setempat mengatakan, sejak tahun 2007 jumlah penduduk Amerika Serikat yang meminta-minta makanan naik sebesar 25 persen.

Meskipun menurut banyak kalangan perekonomian AS mulai membaik, namun para sukarelawan kemanusiaan tetap khawatir dengan keadaan orang-orang miskin di negara yang menyebut dirinya adidaya dan adikuasa itu.

Salah seorang sukarelawan kepada Euronews menggambarkan keadaan para peminta-minta makanan.

“Apa yang saya lihat? Saya lihat semakin banyak keluarga [yang meminta-minta makanan]. Saya melihat semakin banyak ibu-ibu yang keluar dengan anak-anaknya. Saya bahkan melihat lebih dari itu, di mana sebelumnya semua orang [peminta-minta] itu hanya para pria … Bu, apakah anda sudah mendapatkan roti isi?” kata sukarelawan itu menceritakan semakin banyaknya orang Amerika yang mengemis makanan, sambil membagikan makanan ke pengemis.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Makanan yang dibagi-bagikan kepada para pengemis itu berasal dari pemilik toko, distributor atau donor swasta.

“Makanan yang tersisa akan dibawa ke tempat penampungan wanita. Semakin banyak saja wanita yang tinggal di sana dari kalangan remaja hingga dewasa,” kata seorang sukarelawan lain.

Organisasi Washington Capital Area Food Bank dijalankan oleh 130 orang. Rekanan mereka antara lain dapur-dapur umum, tempat penampungan gelandangan, serta organisasi-organisasi keagamaan.

“Bank Makanan penting [keberadaannya] di ibukota negara kami, sebab di wilayah ini diperkirakan 680.000 orang rawan kelaparan. Ini merupakan salah satu kota terkaya dari negara terkaya di dunia, namun demikian setiap hari kita masih saja melihat orang datang ke pintu-pintu kita mengemis makanan,” kata seorang sukarelawan.

Di antara para peminta-minta makanan di Washington DC, sebanyak 200.000 orang merupakan anak-anak.

Para sukarelawan pembagi makanan suka mengutip perkataan seorang presiden Amerika Serikat puluhan tahun lalu. Presiden Richard Nixon pernah berkata, “Kekurangan gizi yang ada di tanah seperti negeri kita ini adalah memalukan. Seperti sesuatu yang mengusik kehormatan demokrasi Amerika.”

“Setiap tahun lebih dari 18.000 sukarelawan membantu membagi-bagikan makanan kepada orang-orang kelaparan di ibukota negara paling kaya di dunia ini,” lapor koresponden Euronews di Washington Stefan Grobe, Jumat (7/6/2013). Para relawan itu mengutamakan solidaritas, karena menurut mereka hal itulah yang membuat Amerika tetap kuat, sementara pemerintahnya gagal menangani masalah kelaparan rakyat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ada Lowongan Kerja, Pengangguran Amerika Tetap Naik
Tulisan selanjutnya Peringati Ira’ Mi’raj PPI Yaman Adakan Diskusi Ilmiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?