Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Snowden Janji Ungkap Lagi Program Intelijen Amerika

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Juni 2013 08:26 8:26 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Juni 2013 08:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bekas kontraktor di lembaga keamanan Amerika Serikat National Security Agency (NSA), Edward Snowden, berjanji akan mengungkapkan lebih jauh tentang program mata-mata Washington, lapor koran South China Morning Post (SCMP) dikutip AFP Rabu (12/6/2013).

“Saya bukan seorang pengkhianat dan bukan pula seorang pahlawan. Saya seorang warga Amerika,” kata Snowden dalam wawancara eksklusif dengan koran Hong Kong itu yang diterbitkan dua hari setelah Snowden keluar dari hotel tempatnya menginap dan pindah ke tempat lain.

Snowden dianggap pahlawan oleh sebagian pihak, setelah mantan pegawai subkontraktor proyek keamanan NSA itu mengungkap ke publik tentang PRISM, program mata-mata Amerika Serikat yang memantau seluruh trafik komunikasi pengguna internet dan telepon dengan dalih demi mengamankan Amerika dari terorisme. Baca berita sebelumnya: Awas! Amerika bisa menyadap data komunikasi Anda.

“Orang yang salah mengira saya memilih HK sebagai lokasi (persembunyian) salah memahami maksud saya. Saya tidak berada di sini untuk sembunyi, saya di sini untuk mengungkap tindak kriminal,” kata Snowden kepada SCMP.

Pria berusia 29 tahun itu mengaku akan melawan segala upaya ekstradisi dirinya. Snowden tiba di Hong Kong pada 20 Mei lalu dan mengungkap informasi tentang program rahasia intelijen NSA berupa penyadapan terhadap seluruh komunikasi di internet dan telepon kepada Guardian dan Washington Post.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut Snowden, pemerintah Washington berusaha untuk “menggertak” Hong Kong agar mau mendepaknya keluar, sebelum dia mengungkapkan program mata-mata AS yang juga memantau komunikasi transaksi keuangan dan perdagangan.

Dia mengatakan sampai saat ini belum berkomunikasi lagi dengan keluarganya dan “saya khawatir akan tekanan yang mereka rasakan dari FBI.”

Departemen Kehakiman AS sudah melancarkan penyelidikan atas kasus Snowden yang dianggap kriminal itu. Namun, Washington belum meminta Hong Kong untuk mengekstradisi Snowden.

Sementara itu di Hong Kong, Snowden telah mendapatkan dukungan dari para pengacara setempat. Mereka mengajak rakyat untuk ikut mempertahankan kebebasan berbicara dengan mendukung Snowden.

Program mata-mata NSA yang memantau trafik komunikasi internet dan telepon ini tidak hanya berdampak buruk bagi privasi warga Amerika Serikat saja, namun semua orang di dunia yang berhubungan dengan jaringan komunikasi tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anti-Gay Prancis akan Warnai Tour de France
Tulisan selanjutnya Tunisia Vonis Penjara Wanita Asing Aktivis Femen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Berita
5 Juni 2026 08:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?