Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Biksu Radikal Larang Wanita Myanmar Nikahi Pria Muslim

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 Juli 2013 09:18 9:18 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Juli 2013 09:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang biksu Myanmar yang dijuluki ‘The Face of Buddhist Terrorism’ oleh majalah berita Time belum lama ini, mengusulkan Undang-undang yang melarang perkawinan antara penganut Budha dan Muslim, demikian dikutip laman Radio ABC, Austalia.

Biksu radikal U Wirathu selama ini memimpin ratusan biksu untuk melancarkan protes.

Bulan lalu, ia bersama sekitar 200 biksu lainnya di Yangon membahas bagaimana mengakhiri kekerasan agama yang dimulai di negara bagian Rakhine tahun lalu antara umat Budha dan Muslim Rohingya.

Di situlah U Wirathu, yang dituduh menghasut ketegangan, mengumumkan usulnya yang kontroversial.

Para pemimpin senior pada pertemuan itu menjauhkan diri dari usul tersebut, tapi U Wirathu dan para pengikutnya bertekad untuk mengajukannya ke Parlemen.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Berdasarkan undang-undang ini, perempuan Myanmar dapat menikah dengan orang dari agama yang berbeda, tapi calon suami mereka harus menjadi Budha,” katanya.

Ia menambahkan, “Pada waktu perempuan Myanmar menikah dengan pria Muslim, mereka ditekan untuk masuk Islam, maka Undang-undang pernikahan ini akan mencegah hal itu dan melindungi masyarakat kita.”

Sekitar 1,500 biksu dari seluruh Myanmar mendukung usul tersebut, dan kaum wanita mengumpulkan tandatatangan mendukung undang-undang yang diusulkan U Wirathu.

Sementara itu, sikap U Wirathu terhadap perkawinan beda agama telah dicela oleh pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi dan kelompok-kelompok lainnya.

Zin Mar Aung dari kelompok wanita Rainfall berpendapat, undang-undang itu sexist.

“Undang-undang itu hanya berfokus pada wanita, jadi berarti konsep undang-undang itu didasarkan pada seksisme dan nasionalisme,” katanya.

Dukungan semakin besar

U Wirathu memimpin gerakan Budhist 969 yang dengan cepat mendapat momentum di seluruh Myanmar.

Angka 9, 6, 9 menunjuk pada sifat Budha.

Diduga, apa yang kedengarannya seperti suatu organisasi damai telah berubah menjadi suatu sentimen nasionalis dan agama yang digunakan untuk membangkitkan kebencian terhadap minoritas, khususnya komunitas Muslim di negara itu.

Anggota-anggota 969 berseru kepada umat Budha Myanmar agar bersatu membela agama mereka dan melakukan bisnis hanya dengan umat Budha lainnya.

Mereka ingin menyisihkan komunitas Muslim yang mempunyai tradisi sebagai pedagang di Myanmar.

Umat Budha mencakup sekitar 90 persen populasi Myanmar, sedangkan Muslim hanya sekitar lima persen.

Ketegangan meningkat

U Wirathu memiliki sejarah menghasut ketegangan antaragama di Myanmar.

Di tahun 2003, ia divonis 25 tahun penjara oleh junta berkuasa karena menghasut kebencian agama, tapi dibebaskan tahun lalu dalam amnesti massal.

U Wirathu dan para pengikutnya menyalahkan umat Muslim Myanmar atas kekerasan baru-baru ini.

Sejak bentrokan tahun lalu di Rakhine yang menyebabkan hampir 200 orang tewas, kekerasan telah menyebar ke daerah-daerah lain di negara itu, termasuk kota Lashio di timur laut dan Meiktila di Myanmar tengah.

Ketegangan antaragama di Myanmar telah menodai transisi negara itu menuju demokrasi.

Pada kunjungan ke Myanmar minggu ini, Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr bertemu dengan Presiden Thein Sein dan Aung San Suu Kyi. Isu kekerasan antaragama menjadi topik utama dalam agenda pembicaraan mereka.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BiksuMyanmasperkawinan beda agamaU Wirathu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bau Nafas Puasa Kita
Tulisan selanjutnya Usai Tarawih AMM Aceh Bahas Gempa Gayo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?