Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

China: Agar Obat Laris GSK Sogok Dokter dengan Uang dan Seks

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juli 2013 13:08 1:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juli 2013 13:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—China menuding perusahaan raksasa farmasi asal Inggris GlaxoSmithKline menyogok para dokter dengan uang dan hiburan seks agar obat produksinya diresepkan untuk pasien.

Dilansir Guardian (15/7/2013), polisi China telah menangkap empat pejabat eksekutif senior GSK China, sebagai bagian dari penyidikan kasus suap bernilai 3 milyar yuan atau sekitar 320 juta pound yang kasusnya dimulai tahun 2007.

Aparat penyidik China yang menangani kasus itu mengatakan, pimpinan operasional GSK China berkewarganegaraan Inggris, Mark Reilley, telah meninggalkan China pada 27 Juni dan belum kembali lagi ke tempat tugasnya.

“Kami menemukan bahwa suap merupakan bagian inti dari aktivitas perusahaan. Untuk meningkatkan penjualan dan keuntungan mereka, perusahaan itu melakukan tindakan ilegal,” kata Gao Feng, kepala unit penyelidikan kasus penipuan di China.

GSK diduga telah menggunakan sebuah jaringan terdiri lebih dari 700 orang perantara dan agen-agen perjalanan untuk menyogok para dokter dan pengacara dengan uang tunai dan bahkan hubungan seks.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gao dihadapan para wartawan mengatakan (dalam rekaman oleh seorang reporter Daily Telegraph), “Selalu ada seorang bos besar dalam organisasi kriminal, dan dalam kasus ini GSK adalah bos besarnya. Demi kepentingan GSK, sejumlah agen perjalanan tidak hanya menawarkan uang kepada para eksekutif mereka tetapi juga suap berupa seks.”

Guardian melaporkan, koran-koran China mengatakan bahwa agen-agen perjalanan yang bekerja untuk GSK akan mengarang pertemuan-pertemuan yang memerlukan adanya travelling, tetapi dananya kemudian dipakai untuk menyogok para dokter agar mereka mau meresepkan obat-obatan produksi GSK.

“Setiap dokter memiliki kartu kredit dari perusahaan itu. Sogokannya ditransfer ke kartu itu sehari setelah obat-obatannya diresepkan,” tuding salah satu koran China.

GSK mengaku sudah berhenti menggunakan jasa agen-agen perjalanan yang disebutkan Kepolisian China itu.

“Kami melakukan review menyeluruh atas semua transaksi yang pernah dilakukan terkait penggunaan agen perjalanan,” kata seorang jurubicara GSK.

GSK pekan lalu juga mengaku telah melakukan penyelidikan internal selama 4 bulan di cabangnya di China dan tidak menemukan adanya kasus suap atau korupsi dari dokter-dokter dan para pejabatnya.

Menurut Gao, penyelidikan serupa bisa juga dikembangkan kepada perusahaan-perusahaan farmasi asing lainnya. Hal itu perlu dilakukan, sebab perusahaan farmasi tidak hanya meraup untung dalam jumlah yang sangat besar tetapi juga ada tanggungjawab terhadap masyarakat.

“Kami tidak mengharapkan mereka menjadi contoh moral, tetapi kami mengharapkan mereka mematuhi peraturan,” tegas Gao.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pangeran Salman Minta Pembantaian Suriah Dihentikan
Tulisan selanjutnya Rajin Bekerja Mengurangi Resiko Alzheimer

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Berita
2 September 2026 20:14
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?