Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Rajin Bekerja Mengurangi Resiko Alzheimer

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juli 2013 13:17 1:17 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juli 2013 13:17
Bagikan
melakutas aktivitas ikut mencegah kepikunan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sebuah studi atas hampir setengah juta orang di Prancis menemukan bahwa orang-orang yang menunda masa pensiunnya memiliki resiko terkena Alzheimer atau jenis penyakit kepikunan lainnya.

Temuan ini merupakan hasil salah satu studi terbesar dibidangnya yang dilakukan oleh INSERM, lembaga penelitian milik pemerintah Prancis. Temuan itu baru-baru ini dipresentasikan dalam sebuah konferensi di Boston, lansir Euronews (18/7/2013).

Menurut para peneliti, untuk setiap satu tahun perpanjangan masa kerja dari masa pensiun, resiko mengalami demensia atau kepikunan berkurang 3,2 persen.

Menurut Heather Snyder, direktur Medical and Scientific Relations di Asosiasi Alzheimer Amerika, sepertinya aktif secara kognitif menjadi penyebab jauhnya demensia dari orang-orang yang bekerja lebih lama, dalam hal ini menunda masa pensiun.

Peneliti mengkajji lebih dari 429.000 pekerja, kebanyakan penjaga toko atau pekerja di bidang kerajinan tangan dan perdagangan. Hasilnya jelas menunjukkan, seseorang yang pensiun pada usia 65 tahun memiliki resiko 15 persen lebih rendah mengalami demensia, dibandingkan orang yang pensiun pada usia 60 tahun.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Untuk itu para pakar menyarankan, agar para pensiunan menjaga pikiran mereka tetap aktif meskipun sudah tidak lagi bekerja.

Menurut Snyder, pensiun atau tidak pensiun, penting untuk menjaga otak agar tetap aktif.

“Kedua orangtua saya persiunan, tetapi mereka lebih sibuk dari sebelumnya. Mereka mengambil kelas di universitas lokal. Mereka tetap menghadiri perkuliahan, dan dalam hidupnya mereka berupaya agar secara kognitif dan sosial tetap aktif dalam,” kata Snyder.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Alzheimerbekerjademensiakepikunanpensiun
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China: Agar Obat Laris GSK Sogok Dokter dengan Uang dan Seks
Tulisan selanjutnya Anak-anak PAUD Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Baksos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?