Hidayatullah.com—Pengakuan seorang pria yang membunuh istri dan keempat anaknya telah mengegerkan masyarakat Arab Saudi.
Menurut keterangan pihak berwenang, pembunuhan terjadi di Sharurah, sebuah kota kecil di selatan Arab Saudi dekat kota Najran hari Senin (26/8/2013). Pelaku adalah pria Arab Badui, yang tidak memiliki kewarganegaraan dan sedang mengajukan permohonan untuk menjadi warga negara Arab Saudi, lansir Gulf News Rabu (28/8/2013).
Menurut situs berita Sabq, pria Arab Badui itu membunuh istri dan keempat anaknya yang masih kecil untuk “memastikan bahwa mereka tidak perlu menjalani kehidupan yang sulit, terutama karena dirinya tidak memiliki kewarganegaraan.”
Koran Saudi Al-Watan melaporkan bahwa pria itu bernama Saleh dan berusia 33 tahun.
Tragedi mulai terjadi saat Saleh bangun dari tidur. Dia mengambil pisau lalu membunuh istrinya yang berusia 26 tahun. Dia kemudian menyeret mayat istrinya ke dapur dan membiarkannya tergeletak di lantai, lalu menutupi tubuhnya.
Dengan membawa pisau yang sama Saleh kemudian pergi ke kamar anak-anaknya, membunuh Fahd (5 tahun), Muhammad (4 tahun) dan putrinya Reem (2 tahun).
Pembunuhan itu diyakini terjadi siang hari.
Tiga jam kemudian dia pergi ke rumah mantan istrinya dan meminta bertemu putranya Abdullah (11 tahun). Kepada keluarganya dia bilang ada tamu yang ingin bertemu Abdullah dan dia akan membelikan putranya itu peralatan sekolah untuk tahun ajaran baru. Namun setibanya di rumah, sang ayah membunuh putra sulungnya itu dengan pisau.
Mayat mereka ditempatkan di sebuah ruangan, ditutupi selimut. Saleh kemudian pergi meninggalkan rumah.
Sebelum akhirnya menyerahkan diri dengan ditemani oleh keluarganya ke kantor polisi pada pukul 10 malam, Saleh sempat berulang kali pergi dan kembali pulang ke rumah.
Polisi menahan Saleh, lalu pergi ke rumah pelaku bersama saudaranya, tempat di mana ditemukan 5 mayat.
Media-media di Saudi melaporkan berita berbeda-beda tentang kondisi kejiwaan pria Arab Badui itu.
Mengutip keterangan pihak keluarga, Al-Madinah melaporkan bahwa pria itu mengidap gangguan mental dan sudah pernah menjalani perawatan. Pria itu dikenal sebagai ayah yang sangat menyayangi anak-anaknya, dan si bungsu kerap berada di sisinya. Namun belakangan pria Badui tersebut sering menyendiri dan jarang meninggalkan rumahnya.
Namun dalam laporan Arab News (28/8/2013) disebutkan bahwa para saksi mengatakan pelaku beberapa hari belakangan bertingkah laku aneh dan terlihat sering menyiksa anak-anaknya. Para saksi mengatakan pria itu tidak waras.
Sedangkan Al-Watan yang mengutip keterangan saudara laki-laki pelaku, Qahtan, melaporkan bahwa Saleh adalah seorang pria waras dan tidak terganggu mentalnya.
Menurut Qahtan, saudara laki-lakinya itu tidak mengidap penyakit apapun dan tidak mengalami gangguan jiwa.
Penderitaan yang dialami Saleh adalah kemiskinan dan kekurangan pemenuhan kebutuhan hidup. Dia tidak memiliki pekerjaan. Satu-satunya harta berharga yang dimiliki hanyalah sebuah mobil yang sudah reot.
Tidak ada tanda-tanda aneh yang ditunjukkan oleh Saleh sebelum tragedi pembunuhan itu terjadi, kata Qahtan.*