Hidayatullah.com—Seorang pria Turki yang melakukan aksi unjuk rasa menentang pemerintahan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan di Lapangan Taksim dengan cara diam berdiri selama berjam-jam mendapatkan penghargaan hak asasi manusia dari Jerman.
Erdem Gunduz, seorang penari dan koreografer berusia 34 tahun, mendapatkan perhargaan karena dianggap berani menyuarakan kebebasan berekspresi dan HAM oleh juri M100 Media Award, yang terdiri dari para jurnalis.
Gunduz menjadi dikenal sedunia karena berdiri diam tak bergerak selama berjam-jam di Lapangan Taksim, Istanbul, ketika melakukan unjuk rasa terhadap Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan pada bulan Juni dan Juli lalu.
“Dengan protes heningnya, dia menjadi ikon perlawanan damai dan telah ditiru di seluruh dunia,” kata juri yang akan menyerahkan penghargaan itu pada 5 September di Postdam, tidak jauh dari kota Berlin.
“Senjatanya adalah kreatifitas, merek dagangnya adalah keberanian dan kegigihan. Itulah yang Anda butuhkan untuk menggalakkan kebebasan berbicara dan HAM,” kata walikota Postdam sekaligus ketua M100 Jann Jakobs, dikutip AFP (26/8/2013).
Penghargaan M100 diberikan setiap tahun. Pada 2012 penerimanya adalah Direktur Bank Sentral Eropa Mario Draghi.
Tahun sebelumnya penghargaan diberikan kepada kartunis Denmark Kurt Westergaard, yang menggambar kartun Nabi Muhammad sebagai pelecehan terhadap Muslim, serta mantan menteri luar negeri Prancis dan pendiri Medicins Sans Frontieres Bernard Kouchner.*