Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ankara: Erdogan dan Davutoglu Tak Lagi Pergi Bersama

Ama Farah
Terakhir diupdate: 7 September 2013 07:44 7:44 am
Ama Farah
Dipublikasikan 7 September 2013 07:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Setelah serangan pasukan Zionis Israel terhadap rombongan bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla pada akhir Mei 2010, pemerintah Ankara memutuskan Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu tidak akan menemani Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan dalam perjalanan jauhnya, guna memastikan pemerintah tetap siaga di saat-saat krisis.

Serangan Zionis atas Freedom Flotilla mengakibatkan 8 orang warga Turki dan seorang warga Turki-Amerika Serikat tewas, sementara banyak aktivis lain dari berbagai negara terluka. Ketika peristiwa tersebut terjadi, Erdogan dan Davutoglu sedang berkunjung ke negara Amerika Selatan, Chile. Oleh karena itu Ankara memutuskan, agar negara selalu siaga menjalankan pemerintahan secara efektif di saat-saat krisis, keduanya tidak akan lagi melakukan perjalanan jauh berdua, lapor Today’s Zaman (6/9/2013).

Pekan ini, Erdogan melakukan kunjungan ke Argentina menyusul pertemuan tingkat tinggi G-20 di Rusia, guna menghadiri pertemuan Komite Olimpiade Internasional dan mendukung pencalonan Istanbul sebagai tuan rumah Olimpiade 2020. Sehubungan dengan kebijakan tersebut, Davutoglo tidak mendampingi Erdogan, terlebih masalah di negara tetangga Suriah semakin memanas.

Saat terjadi pencegatan berdarah oleh pasukan Zionis atas Freedom Flotilla, kedua pemimpin Turki itu beserta banyak pejabat tinggi lain sedang berada jauh dari negara mereka selama 18 jam. Akibatnya, pemerintahan di Ankara tidak bisa berjalan efektif terutama di saat kritis itu.

Ketika jet tempur Turki ditembak jatuh oleh pasukan rezim Suriah pada 22 Juni 2012, Erdogan dan Davutoglu sedang bertandang ke Mexico menghadiri KTT G-20 dari tanggal 18-19 Juni. Tidak ingin kekacauan pemerintahan terulang, sementara Erdogan melanjutkan perjalanan ke Brazil untuk pembicaraan bilateral, Davutoglu pulang kembali ke Turki. Sesampainya di tanah air, Davutoglu langsung menggelar pertemuan darurat dengan para petinggi militer dan intelijen guna mengatasi masalah penembakan pesawat militer mereka oleh Suriah.*

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MIUMI ajak Istri Hary Tanoe, tak Kerahkan Medianya bela Miss World
Tulisan selanjutnya Anggap Hedonisme, KPAI desak Pergelaran Miss World Dibatalkan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?