Hidayatullah.com—Di kalangan arkeologi Mesir beredar kabar bahwa sejumlah obyek hilang dari koleksi Museum Seni Islam di Kairo.
Sejumlah laporan mengatakan, saat memeriksa inventaris museum, kurator menemukan 7 artefak terbuat dari perak hilang. Obyek yang hilang itu terdiri dari dua patung, sebuah tungku pembakar dupa wewangian, sebuah kunci yang berhiaskan dekorasi perak, sebuah teko, sebuah kotak perhiasan dan sebuah astrolabe.
Kurator yang tidak ingin disebut namanya mengatakan, artefak yang lenyap itu kemungkinan hilang saat museum direnovasi 4 tahun lalu atau mungkin terselip di gudang.
Sementara itu sebuah website bernama “Egypt’s Heritage Task Force” menampilkan sebuah laporan yang mengatakan, sekitar 35 obyek yang sebelumnya ada di museum telah lenyap dan muncul di Museum Seni Islam di Doha, Qatar.
Seorang pengguna Facebook, Hani El-Masri, mengaku saat masih mahasiswa fakultas seni dia pernah berkunjung ke Museum Seni Islam di Kairo karena menyukai karya seniman Muslim. Saat kembali mengunjungi museum usai renovasi, dia mendapati koleksinya berkurang menjadi hanya sepertiganya saja. Menurut keterangan kurator saat itu, koleksi yang lain berada di gudang.
Sebulan lalu El-Masri menulis surat kepada temannya yang pergi ke Doha untuk memotret koleksi Museum Seni Islam di sana. Ternyata El-Masri menemukan 35 obyek yang dulu pernah digambarnya saat di Museum Seni Islam di Kairo ada di Doha.
Menteri Negara Kepurbakalaan Muhammad Ibrahim dalam wawancaranya dengan Ahram Online (6/9/2013) mengatakan, kabar tentang hilangnya koleksi museum itu tidak berdasar.
Obyek-obyek yang dipermasahkan tersebut, kata Ibrahim, sudah hilang sejak 7 tahun lalu sebelum dirinya menjabat. Pada tahun 2010 sebelum museum dibuka kembali usai renovasi, telah dilakukan penyelidikan tentan gkasus itu.
Tentang 35 obyek yang disebutkan di atas oleh El-Masri, menteri kepurbakalaan itu mengaku tidak tahu-menahu.
Namun dia meyakinkan, bahwa 7 obyek yang disebutkan di awal, tersimpan di gudang museum.*