Hidayatullah.com—Bertempat di di Kantor CDCC hari Senin (09/09/2013), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Din Syamsuddin yang juga Chairman of CDCC, menerima kedatangan Minister of Foreign Affairs and Cooperation Timor Leste, Dr. Jose Luis Guterres .
Walaupun mendadak, kedatangannya disambut dalam dialog bertema “Inter-religious Dialogue for Common Good and Well Being” bersama sejumlah tokoh lintas agama dan duta besar negara sahabat.
Dalam sambutnnya, Din mengharapkan hubungan Indonesia-Timor Leste bisa semakin berkembang, selain karena bertetangga dekat, juga karena pernah memiliki sejarah kebersamaan.
“Perkembangan pembgunan Timor Leste sebagai negara yang merangkak maju dan sejahtera dengan cadangan devisa yang relatif tinggi, pantas mendapatkan apresiasi. Hal itu saya tahu adalah karena pengelolaan migas yang transparan dan efektif,”ujar Din dikutip laman Muhammadiyah.
Oleh karenanya, lanjut Din, pihaknya mengharapkan kerjasama kedua negara tidak hanya “G to G”, tapi juga “P to P”, bahkan “P to G” dalam artian masyarakat Indonesia dengan pemerintahan Timor Leste.
Sementara itu Menlu Guterres dalam ceramahnya, selain menjelaskan keadaan umat beragama di Timor Leste, juga menegaskan pentingnya dialog antar agama.
“Umat Islam di Timor Leste, cukup berkembang dan pemerintah juga memberi subsidi. Sungguh saya terkesan dengan dinamika dan peran Muhammadiyah dalam pembangunan masyarakat madani di Indonesia,”ujar Menlu yang juga pernah jadi Wakil PM dan Dubes Timor Leste di AS dan PBB itu.
Pada akhir ceramahnya, Menlu Guterres dengan senang hati mempersilahkan kepada Muhammadiyah jika mau mendirikan amal usaha di Timor Leste, baik sekolah maupun Rumah Sakit seperti yang banyak dimiliki Muhammadiyah di Indonesia.*