Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Ulama Rusia Ingatkan Kerusuhan Jika Terjemahan Al Quran Dihancurkan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 22 September 2013 20:54 8:54 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 22 September 2013 20:54
Bagikan
Umat muslim shalat di tengah turunnya salju di Moscow, Rusia.
Bagikan

Hidayatullah.com–Ulama Islam senior Rusia memperingatkan para pemimpin di negara itu, kerusuhan bisa meledak di masyarakat Muslim di Rusia dan sekitarnya jika satu pengadilan yang telah memutuskan untuk menghancurkan Al Quran dan terjemahannya tidak dibatalkan.

Hari Selasa lalu Pengadilan di Novorossiysk, kota di selatan Rusia, memerintahkan melarang teks-teks  terjemahan Al Quran di bawah hukum anti-ekstremisme Rusia. Aktivis hak asasi mengatakan, larangan itu telah disalahgunakan oleh pejabat lokal berdasarkan prasangka atau dimanfaatkan Gereja Ortodoks yang mayoritas di Rusia.

Pegiat hak asasi manusia mengatakan, keputusan yang akan diberlakukan secara nasional, kecuali dibatalkan pada tingkat banding, bisa berkembang berbahaya dengan melarang Al Quran itu sendiri .

Dewan Mufti Rusia telah menyampaikan peringatan dalam surat terbuka kepada Presiden Vladimir Putin, Jumat (20/09/2013), yang selalu menyerukan persatuan antara agama terkemuka dan memperingatkan bahwa ketegangan etnis bisa memecah belah Rusia.

“Muslim Rusia amat sangat marah atas keputusan yang keterlaluan tersebut,” kata Rushan Abbyasov, Wakil Ketua Dewan Mufti, yang memiliki hubungan dekat dengan Kremlin, seperti diberitakan Reuters dan dilansir The Malay Mail Online, Sabtu (21/09/2013).

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Jika putusan itu diberlakukan, para ulama memperingatkan: “Akan ada kerusuhan… tidak hanya di Rusia, tetapi di seluruh dunia. Kita berbicara tentang kehancuran Quran.”

Dalam surat kepada Putin, Dewan menarik persamaan dengan kekerasan di Timur Tengah dan Afghanistan atas tindakan seorang pastor Amerika, Terry Jones, yang membakar Al Quran pada 11 September 2010.

“Apakah perlu dilakukan pembahasan (tindakan hukum) untuk upaya penghancuran buku, khususnya kitab suci, yang telah berada di Rusia sejak masa lalu? ” Katanya .

“Kita ingat bagaimana akibat dari pembakaran hanya beberapa Al Quran oleh seorang pendeta Amerika gila, sehingga menimbulkan protes bukan hanya dari Muslim Rusia, tetapi juga keseluruhan masyarakat kita, dalam solidaritas dengan badai kemarahan masyarakat Muslim dunia dan semua orang yang bersimpati,” katanya.

Seorang pengacara yang mewakili penulis terjemahan, Elmir Kuliyev, mengatakan, ia akan mengajukan banding atas putusan pengadilan, yang memutuskan melarang terjemahan Al Quran tersebut serta memerintahkan untuk ‘dihancurkan’ .

” Ini betul-betul kebodohan. Beberapa jaksa setempat mengirim materi terjemahan tersebut ke pengadilan setempat, lantas mereka bersama-sama memutuskan melarang kitab suci,” kata pengacara Murat Musayev, yang memiliki satu bulan untuk mengajukan banding atas keputusan itu.

“Di satu sisi ada kebebasan beragama di Rusia, tetapi di sisi lain mereka melarang kitab agama.”

Para ahli mengatakan, lebih dari satu dekade Al Quran terjemahan yang disusun Kuliyev menjadi buku rujukan utama. Terjemahan itu salah satu dari empat terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa Rusia .

“Larangan ini tinggal selangkah lagi untuk melarang Al-Quran,” kata Akhmed Yarlikapov, seorang ahli tentang Islam pada Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia .

“Buku itu adalah (Al Quran) terjemahan yang sangat berkualitas,” katanya. “Pelarangan terjemahan Kuliyev benar-benar tidak profesional. Orang juga bisa melarang Alkitab yang juga memiliki ayat-ayat yang berbicara tentang pertumpahan darah,” katanya

Penduduk Rusia saat ini sekitar 143 juta jiwa, dengan 15 persennya merupakan umat muslim.*

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banyak Pihak Tak Berwenang Turut Campur Perbankan Syariah
Tulisan selanjutnya Walikota Jakarta Utara Bersinergi dengan PKB PII Berantas Narkoba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Berita
3 Juni 2026 06:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?