Hidayatullah.com–Gereja Katolik Polandia akhirnya meminta maaf kepada anak-anak korban pelecehan seksual oleh para pemimpin gereja yang mengaku mengalami gangguan jiwa. Gereja menandaskan tidak memberi toleransi kepada para pelaku pedofilia.
Hal ini diungkapkan sehari setelah komentar kontroversial dari Uskup Agung Jozef Michalik pada Selasa (08/10/2013) bahwa, “Berapa banyak luka yang ditimbulkan ketika orangtua bercerai? Kita sering mendengar bahwa sikap yang tidak pantas (pedofilia) atau pelecehan, bermanifestasi ketika seorang anak mencari cinta. Kehilangan itu menariknya kepada orang lain,”
Atas kasus tersebut, Uskup melakukan pertemuan besar yang bertujuan untuk menyusun pedoman pencegahan pelecehan seks pada anak yang marak dilakukan oleh para pelayan gereja di Warsaw pada Rabu (8/10). Mereka juga menyusun pedoman untuk menolong para korban dan meyakinkan para imam yang mengalami gangguan jiwa menerima keadilan.
“Kita meminta pengampunan untuk imam kita yang telah menyakiti anak-anak,” kata Uskup Wojciech Polak, Sekretaris Umum dari Episcopate Polandia dikutip DW.DE.
Menurut Uskup Wojciech Polak, gereja tak punya toleransi untuk pedofilia.
Untuk diketahui, sebelumnya terjadi dua kasus kasus pelecehan anak oleh tersangka imam Polandia yang berbasis di Republik Dominika. Celakanya, salah satu tersangka adalah utusan Vatikan. Sehingga menambah deretan kasus pelecehan seksual anak di Polandia, yang melibatkan 27 imam sebagai tersangka dan tengah menjalani hukuman.
Kasus pelecehan seksual anak yang dilakukan oleh para imam gereja sesungguhnya mencoreng citra gereja.
Meski minta maaf, pihak gereja Polandia tidak menyiapkan mengkompensasi terhadap para korban.*