Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemuda Yahudi Tak Betah di Turki

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2013 14:40 2:40 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Oktober 2013 14:40
Bagikan
Pria Yahudi membawa bendera Turki.
Bagikan

Hidayatullah.com—Memburuknya hubungan diplomatik antara Turki dengan Israel memberikan tekanan kepada 15.000 anggota komunitas Yahudi di Turki dan mendorong para pemudanya untuk emigrasi.

Wakil Asosiasi Yahudi Turki di Israel Nesim Guvenis kepada Hurriyet Daily News hari Senin (21/10/2013) mengatakan, pernyataan anti-Semit yang dilontarkan oleh pemerintah Turki mendorong pemuda-pemuda Yahudi ingin pindah ke Eropa atau Amerika Serikat.

Ketidaknyamanan tersebut menurut Guvenis sudah dirasakan sebelum insiden Mavi Marmara Mei 2010, di mana saat pertemuan di Davos Januari 2009 Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan cekcok “satu menit” dengan Presiden Israel Shimon Peres.

Ketika pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos itu Erdogan meminta waktu tambahan satu menit kepada moderator untuk menuntaskan pidatonya, di mana dia mengkritik kebijakan Israel atas Jalur Gaza.

“Apakah Peres adalah seseorang yang pantas di’satu menit’kan? Di dunia dia dikenal sebagai pria damai,” kata Guvenis, mengingat perkataan Erdogan yang menuding Peres “sangat paham bagaimana caranya membunuh.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Guvenis merupakan salah satu dari 80.000 Yahudi Turki yang pindah ke Israel tahun 1981. Alasan utamanya pindah adalah karena kedua anaknya tidak betah sekolah di Turki pada akhir tahun 1970an.

“Mereka tidak ingin ke universitas-universitas di mana kaum kiri atau kelompok lainnya menekan mereka agar berpihak di sekolah. Mereka ingin ke universitas di Israel dan kamipun harus pindah lagi setelah beberapa tahun. Dua tahun pertama di Israel sangat sulit dan kami harus belajar bahasanya. Tapi kami tidak menyesalinya,” kata Guvenis.

Pernyataan para pemimpin di Turki tentang Yahudi tidak mewakili pandangan rakyat Turki. Para pengusaha Israel sekarang juga ragu-ragu untuk berinvestasi di Turki, dibanding dulu ketika hubungan Turki masih erat, kata pria Yahudi yang mengklaim dirinya lebih “Turki” ketimbang orang-orang lain itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ITK Desak KPK Bongkar Mafia Migas di Lingkar Istana
Tulisan selanjutnya Polisi Edinburgh Minta Kondom Dilarang di Sauna

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?