Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Turki Buru Pembocor Rencana Serangan Merebut Makam Suleyman Shah dari Jihadis Suriah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Maret 2014 10:46 10:46 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Maret 2014 10:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang kolumnis telah ditahan di Ankara, Sabtu (29/3/2014), sebagai tersangka pertama dalam penyelidikan atas bocornya pembicaraan para pejabat tinggi keamanan Turki tentang kemungkinan operasi militer di Suriah untuk merebut kembali Makam Suleyman Shah.

Jaksa Tekin Kucuk yang memerintahkan penangkapan Dr Onder Aytac. Namun, Aytac tidak ada di tempat saat rumahnya digerebek polisi. Aytac, yang juga seorang akademisi, kemudian menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi dan ditahan dengan tuduhan mengetahui tentang kasus bocornya pembicaraan pejabat tinggi Turki mengenai rencana serangan ke Suriah, lansir kantor berita semi resmi Anadolu dikutip Hurriyet.

Aytac menjadi pembicara tamu di program stasiun televisi Samanyolu pada 26 Maret kemarin, di mana dia mengatakan bahwa partai penguasa AKP akan menginvasi Suriah dengan “operasi terbatas” guna merebut kembali Makam Suleyman Shah dari tangan kelompok-kelompok jihad.

“Semuanya telah siap untuk operasi itu. Ini akan menjadi materi terbesar [propaganda pemerintah sebelum pemilu lokal 30 Maret],” kata Aytac dalam program acara itu.

Aytac dikenal dekat dengan kelompok Gerakan Gulen yang dipelopori Fetullah Gulen, tokoh Muslim Turki bekas sekutu politik Erdogan dan AKP yang kini menjadi musuhnya dan mukim di Amerika Serikat.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Isi pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu dan sejumlah pejabat tinggi keamanan itu kemudian juga diunggah ke YouTube, yang mengakibatkan pemerintah Ankara memblokir situs berbagi video itu sejak hari Kamis (27/3/2014).

Presiden Turki Abdullah Gul mengecam kebocoran itu sebagai “tindakan mata-mata” dan berjanji akan memburu pelaku penyadapan tersebut tanpa toleransi.

“Semuanya dan setiap orang akan diselidiki dengan cara sangat teliti,” kata Menlu Ahmet Davutoglu, Jumat (28/3/2014).

Menurut Hurriyet, penyelidikan awal menunjukkan bahwa kebocoran informasi itu dilakukan oleh “orang dalam” dan menafikan kemungkinan adanya keterlibatan intelijen asing. Tidak ada alat penyadap yang ditemukan di kantor kementerian luar negeri.

Makam Suleyman Shah merupakan kompleks makam kakek dari pendiri Kesultanan Utsmaniyah, Usman I, yang konon meninggal karena tenggelam di Sungai Eufrat yang sekarang masuk wilayah Suriah. Area pemakaman Suleyman Shah itu terletak di Aleppo. Berdasarkan perjanjian antara Turki dengan Prancis tahun 1921, area makam tersebut menjadi wilayah kedaulatan Turki. Sejak itu tempat tersebut dikawal oleh pasukan keamanan Turki.

Dilansir Today’s Zaman, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan hari Selasa (25/3/2014) dalam program televisi yang disiarkan NTV dan Star mengatakan, jika ada serangan atas makam tersebut maka Turki akan mengambil semua tindakan yang diperlukan.

Sebagaimana kabar yang beredar sebelumnya, kelompok ISIL atau ISIS telah mengancam Turki, dan lewat video yang diunggah di YouTube menuntut agar Turki menurunkan benderanya yang berkibar di makam itu dan menarik pasukan penjaga makam dalam waktu tiga hari. Video ancaman itu diunggah pada 20 Maret, tetapi kemudian disinggirkan oleh YouTube karena isinya yang berupa ancaman dianggap melanggar kebijakan situs tersebut.

Pemerintah Ankara mengecam partai oposisi CHP, karena tidak mendukung kebijakan pemerintah yang memblokir YouTube, terkait bocoran isi pembicaraan mengenai kemungkinan serangan ke Suriah itu yang diunggah ke situs tersebut.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ankara bersedia menghentikan blokir atas YouTube jika situs itu mau menghapus konten tersebut.

Kebocoran itu dipandang sebagian pihak sebagai pukulan telak bagi partai penguasa AKP menjelang pemilihan umum tahun ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wartawati Mesir Meninggal dalam aksi Sejuta Pendukung Ikhwan
Tulisan selanjutnya Tempat Ibadah ‘tanda Iman’ Ang Thian Kok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?