Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Anggap Ledakan di Tambang Kecelakaan Kerja Biasa, PM Erdogan Dikecam Oposisi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Mei 2014 21:09 9:09 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Mei 2014 21:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin oposisi terbesar di parlemen Turki Partai Rakyat Republik (CHP) Kemal Kilicdaroglu menuntut jawaban dari Perdana Menteri Erdogan soal peringkat kecelakaan kerja Turki yang tertinggi di Eropa dan mengecam pernyataan Erdogan yang menganggap kecelakaan kerja sebagai hal biasa.

Kilicdaroglu mengecam Erdogan saat berkunjung ke distrik Soma di Provinsi Manisa, tempat terjadinya ledakan di tambang batu bara yang menewaskan sedikitnya 284 orang hari Selasa (13/5/2014).

“Perdana menteri pertama-tama harus memikirkan mengapa Turki menduduki peringkat teratas di Eropa dan ketiga di dunia dalam hal kecelakaan kerja. Bukankah semua negara itu memiliki “sifat” yang sama juga,” kata Kilicdaroglu menyinggung pernyataan Erdogan saat pertama kali menanggapi peristiwa di Soma yang dikatakannya sebagai kecelakaan akibat sifat pekerjaan itu sendiri.

Pada hari Rabu (14/5/2014) atau sehari setelah terjadi ledakan di Soma, Erdogan mengatakan bahwa kecelakaan terjadi di setiap tempat kerja termasuk di tambang batu bara, sehingga orang tidak perlu ada yang terkejut ketika peristiwa itu terjadi.

“Kecelakaan-kecelakaan seperti ini adalah hal yang selalu terjadi. Tolonglah, kita seharusnya tidak berpikir apa yang terjadi di pertambangan batu bara ini mustahil. Ini adalah hal biasa. Ada istilah yang namanya ‘kecelakaan kerja’. Ini tidak hanya terjadi di pertambangan, tetapi juga di tempat-tempat kerja lainnya,” kata Erdogan setelah mengunjungi lokasi tambang.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menanggapi pernyataan Erdogan itu, Kilicdaroglu berkata, “Di negara-negara Eropa juga ada tambang batu bara, tetapi mereka tidak fatal [seperti Turki], kenapa?”

Lebih lanjut tokoh oposisi itu berkata, “Para penambang yang memasuki tambang menggunakan kartu. Jumlah penambang yang ada di dalam tambang seharusnya jelas. Sekarang, tidak diketahui ada berapa banyak orang yang masih di dalam. Itu kenapa orang-orang mengatakan bahwa ada pekerja yang tak berasuransi dan pekerja di bawah umur yang bekerja di tambang itu.”

Pertambangan batu bara di Soma termasuk yang terbesar di Turki. Setelah diswastanisasi akhir tahun 1970an, saat ini sekitar 6.500 orang bekerja di tambang itu.

Dalam konferensi pers hari Jumat (16/5/2014), Ali Gurkan pimpinan Soma Holding yang mengelola pertambangan itu mengakui bahwa di dalam tidak ada tempat yang bisa dipakai pekerja untuk berlindung sementara jika terjadi kecelakaan.

Sekitar 18 orang dilaporkan masih terjebak di dalam lorong-lorong tambang batu bara itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netanyahu: Jangan Biarkan Ayatullah Menang
Tulisan selanjutnya FIFA Salah Pilih Qatar Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2022

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Berita
31 Agustus 2026 17:47
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?