Hidayatullah.com—Amerika Serikat telah menawarkan bantuan kepada Pakistan untuk menyelidiki kasus serangan atas bandara internasional di Karachi pada Ahad (8/6/2014) yang menewaskan sedikitnya 29 orang.
Tawaran itu disodorkan Amerika setelah satu hari sebelumnya anggota Taliban berpakaian petugas keamanan menyelinap masuk ke bandara tersibuk di Pakistan itu, lalu memasang bahan peledak.
Washington telah menawarkan “bantuan kepada otoritas Pakistan yang terkait untuk menyelidiki kejahatan ini,” kata jurubicara Departemen Luar Negeri Marie Harf. Meskipun demikian, Harf mengaku tidak tahu apakah tawaran itu telah diterima.
Operasi di Bandara Internasional Jinnah berlangsung hingga Senin petang (9/6/2014), beberapa jam setelah baku tembak berlangsung lewat tengah malam antara kelompok Taliban dengan petugas keamanan. Selain korban tewas, puluhan orang dikabarkan mengalami luka-luka.
Jurubicara Tahreek-e-Taliban Pakistan mengatakan bahwa serangan itu merupakan aksi balasan atas perlakuan buruk yang diterima anggota Taliban dalam penjara, serangan udara di Waziristan serta serangan drone tahun lalu yang menewaskan pemimpinnya Hakimullah Mehsud.
Lewat akun Twitter-nya kelompok itu mengatakan, “Kami harus membalas kematian ratusan wanita dan anak-anak pedalaman yang tak berdosa akibat serangan udara Pakistan. Ini baru permulaan, kami sudah membalas untuk satu, kami akan membalas untuk ratusan lainnya.”
Reporter Aljazeera di Islamabad mengatakan, pernyataan itu keluar dari kelompok Shahidullah Shahed.
Aljazeera melaporkan, para penyerang menyamar dengan berpakaian seragam petugas keamanan dan bersenjata lengkap. Mereka melemparkan granat dan menembakkan senjata otomatis ke arah teminal kargo yang menjadi sasarannya.
Pejabat Pakistan mengatakan, sedikitnya 10 orang tewas termasuk darikelompok penyerang dalam peristiwa itu.
Menurut reporter Aljazeera, para penyerang mengenakan seragam petugas keamanan bandara dan menggunakan kartu identitas palsu untuk memasuki area terminal.
Petugas keamanan memindahkan para calon penumpang ke lokasi aman dan seluruh penerbangan lokal maupun internasional ditunda. Reporter Aljazeera melihat lebih dari 60 orang terlantar di terminal utama selama berjam-jam menunggu keadaaan aman.
Rekaman gambar yang disiarkan televisi menunjukkan api besar berkobar saat ambulan-ambulan bandar melarikan korban ke tempat aman.
Kejadian itu bukan pertama kalinya dialami bandara-bandara di Pakistan. Serangan serupa pernah dialami pangkalan udara kamra di Punjab dan bandara di Peshawar.*