Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Capres Afghanistan Abdullah akan Menolak Hasil Pemilu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 Juni 2014 17:07 5:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 Juni 2014 17:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Calon presiden Dr Abdullah Abdullah menilai pemilihan presiden di Afghanistan Sabtu pekan lalu penuh dengan kecurangan, sehingga dia akan menolak apapun hasilnya nanti.

“Apapun hasilnya yang akan diumumkan tidak bisa diterima,” kata Abdullah kepada para wartawan dikutip BBC (19/6/2012).

Mantan pejuang Afghanistan dan menteri luar negeri itu mengatakan, Komite Independen Pemilu dan lembaga pengaduannya tidak netral dan memperingatkan kedua lembaga itu akan “konsekuensi” tindakannya terhadap pemilu tersebut.

Dr Abdullah sebenarnya unggul dalam pemilu putaran pertama bulan April lalu. Namun, dia tidak mendapatkan dukungan yang memantapkannya menjadi pemenang mayoritas suara, sehingga harus ada putaran kedua yang digelar Sabtu lalu (14/6/2014).

Sementara itu kubu Ashraf Ghani, saingan Abdullah, mengaku tidak layak untuk menilai kinerja Komite Independen Pemilu. Mereka juga membantah kecurigaan yang mengatakan pemilu putaran kedua itu sudah diatur oleh loyalis Ghani dan loyalis Hamid Karzai yang memberikan dukungan suara kepada bekas ekonom Bank Dunia itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Abdullah telah menyeru agar sebuah komisi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa menyelidiki hasil pemilu.

Naeem Ayubzada dari tim pengamat Tansparent Election Foundation of Afghanistan mengatakan kepada BBC bahwa ketidakpercayaan akan hasil pemilu saat ini sudah sangat dalam dan komisi tidak bisa menyelesaikan masalah itu sendirian.

Salah satu isu yang dipermasalahkan dalam pilpres kali ini adalah tentang jumlah pemilih yang menyalurkan hak suaranya. Komisi Independen Pemilu tidak lama setelah tempat-tempat pemungutan suara ditutup langsung mengumumkan bahwa jumlah partisipasi aktif pemilik suara mencapai 7 juta orang.

Begitu cepatnya pengumuman itu disampaikan sehingga menimbulkan kecurigaan di sebagian kalangan. Para pemantau dari lembaga Ayubzada sendiri memperkirakan jumlah warga yang menggunakan hak pilihnya lebih dekat kepada angka 6 juta.

Jika demikian, bisa jadi nanti perbedaan hasil perolehan suara di antara kedua kandidat sangat tipis yang akhirnya menyulut konflik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Leicester Punya Mahasiswa PhD Berusia 15 Tahun
Tulisan selanjutnya Apresiasi Penutupan Dolly, MUI Balikpapan: Kota Lain Ikutilah Surabaya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?