Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bekas Tentara AS jual Patung Saddam Hussein

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juli 2014 08:59 8:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juli 2014 08:58
Bagikan
Inilah patung kepala Saddam Hussein yang jual tentara AS
Bagikan

Hidayatullah.com–Seorang mantan tentara Amerika Serikat (AS) yang pernah bertugas di Iraq Earl Torres dikabarkan akan segera menjadi miliarder setelah membawa potongan patung kepala mantan Presiden Iraq, Saddam Hussein. Potongan patung Saddam Hussein yang dibawanya dari medan perang itu rupanya diminati para kolektor.

Dikutip Dailymail, Selasa (01/07/2014) menyebutkan patung seberat 40 kilogram tersebut ditaksir seharga USD 10 juta atau sekitar Rp 12 miliar.

“Saya menunggu beberapa waktu sebelum menjual, jadi anak saya telah besar dan bisa melihatnya,’’ujar pria 47 tahun ini.

‘’Saya yakin patung ini satu-satunya di Amerika dan sangat berarti bagi saya,’’ tambahnya.

Patung ini sendiri awalnya merupakan bagin dari patung perunggu Saddam setinggi 15 kaki (sekitar 3.4 meter). Torres mengaku menemukannya dalam kondisi terpenggal di reruntuhan bandara Baghdad tahun 2003 lalu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab
Tentara AS merobohkan patung Saddam beramai-ramai saat invasi tahun 2003
Tentara AS merobohkan patung Saddam beramai-ramai saat invasi tahun 2003

Dalam kondisi utuh patung ini menggambarkan Saddam menggunakan seragam militer lengkap dengan baret yang menjadi ciri khasnya. Namun dalam invasi Amerika ke negeri 1001 malam tersebut banyak dari patung-patung sejenis diruntuhkan.

‘’Saya pikir ini sesuatu yang akan menarik perhatian kolektor dan museum. Ini satu dari banyak patung Saddam yang ditemukan di Irak saat itu,’’ imbuhnya.

Pencurian Benda Bersejarah

Sejak Amerika melakukan invasi ke Iraq tahun 2003, banyak benda-benda bersejarah di Negeri 1001 Malam itu raib dicuri. Termasuk buku-buku langka.

Claus Peter Haase, Direktur Museum Islam di Berlin yang juga dikenal seorang ahli seni Islam pernah mengatakan  bila para penjarah barang-barang bersejarah Iraq adalah para gang internasional yang sengaja menjual barang-barang purbakala tersebut di pasar gelap dunia.

Termasuk hilangnya beberapa barang bersejarah di “Museum Nasional Iraq” yang ternyata dilakukan oleh geng kriminal yang terorganisasi secara rapi.

”Mereka mencari barang-barang tertentu, memburunya dan mengincarnya secara tepat seolah-olah mereka memiliki daftar belanja dan rencana denah,” kata Haas dikutip Kantor Berita DPA, Jerman.

Dr. Ushamah Naqsabandi bahkan pernah menulis di majalah Turatsiyat (Juli, 2006) tentang “serial” penyelundupan manuskrip ke luar dari Iraq.  Kasus yang paling heboh, adalah hilangnya 1.200 manuskrip dari Iraq.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:invasi amerikairaq
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rahasia dan Barakah Dibalik Makan Sahur
Tulisan selanjutnya Deklarasi Khilafah dan Fitnah Ashobiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?